Emas Antam Oleng oleh Penguatan Dollar

Penulis: Darmansyah

Rabu, 4 Mei 2016 | 10:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Usai membuat lompatan tinggi di pembukaan perdagangan awal pekan ini, Senin lalu, hari ini, Rabu, 04 Mei 2016, emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, kembali mengalami penurunan tipis, sebesar Rp 1.000 pergram

Penurunan ini merupakan lanjutan dari hal yang sam,a sehari sebelumnya, Selasa, 03 Mei 2016, dimana emas Antam melorot Rp 2.000 per gram

Dengan penurunan sebesar Rp 3.000 per gram selam dua hari terakhir, harga emas Antam dipatok  pada angka Rp 585 ribu per gram, jika dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya yang ada di angka Rp 586 ribu per gram.

Sedangkan harga pembelian kembali alias buyback emas Antam turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 530 ribu per gram. Itu artinya jika Anda hendak menjual emas Antam makan akan dihargai Rp 530 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.07 WIB, seluruh ukuran emas Antam masih tersedia.

Penurfunan harga emas lokal ini merupakan dampak dari harga emas global yang  pada perdagangan Selasa, atau Rabu pagi WIB, tertekan penguatan dolar AS.

Harga emas kembali jatuh ke bawah level US$ 1.300 per troy ounce setelah sebelumnya mampu menembus angka tersebut.

Seperti ditulis Wall Street Journal, di edisi Rabu paginya, harga emas berjangka untuk pengiriman Juni, merupakan kontrak yang paling aktif diperdagangkan, turun tipis menjadi di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Sejak awal tahun atau dalam hitungan year to date, harga logam mulia ini telah naik sekitar dua puluh satu persen karena investor melakukan akumulasi beli terhadap instrumen investasi save haven ini karena ketidakpastian perekonomian global.

Sedangkan pada perdagangan Selasa, harga emas tertekan karena penguatan dolar AS.

The WSJ Dollar Index yang merupakan indeks yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia, menunjukkan kenaikan lebih setengah  persen.

Penguatan dolar AS ini menjadi beban bagi logam mulia karena investor yang melakukan transaksi dengan mata uang lainnya menjadi lebih mahal saat membeli emas.

Ke depan, sentimen yang mampu mempengaruhi pergerakan harga emas adalah keluarnya data mengenai tenaga kerja di AS yang rencananya bakal dirilis pada Jumat nanti.

Data tersebut menjadi salah satu indikator kesehatan perekonomian di AS sehingga akan menjadi acuan bagi Bank Sentral AS untuk menentukan kebijakan suku bunga acuan ke depannya.

Harga emas memang sempat menggoda karena menyentuh level US$ 1.300 per troy ounce. Namun kemudian jatuh dengan sangat keras,” jelas Managing Director RBC Wealth Management, George Gero.

Ia menambahkan bahwa para pedagang saat ini lebih memilih untuk menunggu keluarnya data ekonomi tersebut karena merasa lebih nyaman setelah mendapat perkiraan apakah Bank Sentral AS akan mengubah kebijakan moneter atau tidak.

Di sesi Asia, emas juga bergerak ke level rendah karena investor melihat data pekerjaan AS yang akan dirilis pada akhir minggu untuk mencari petunjuk suku bunga AS.

Semalam, harga emas sedikit tertekan, ketika tanda-tanda perlambatan ekonomi global dapat muncul kembali sehingga membuat dolar bergerak ke level terendah lima belas bulan.

Presiden Federal Reserve Bank Atlanta, Dennis Lockhart mengatakan kepada wartawan di Konferensi Tahunan Pasar Keuangan di Jacksonville, Florida bahwa masih ada kemungkinan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga jangka pendek pada tahun ini dengan “syarat perekonomian berkembang.”

Saat ini, Bank Sentral Eropa dan Bank of Japan, dua bank sentral terbesar di dunia telah melakukan program pembelian aset besar-besaran dalam upaya untuk mencegah deflasi. Sementara itu, gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa BOJ dapat menggunakan langkah-langkah pelonggaran tambahan.

Bank sentral Jepang telah mengejutkan para investor di minggu lalu dengan menahan suku bunga tidak berubah.

Demikian juga, ECB meningkatkan frekuensi dan durasi program pembelian obligasinya ketika inflasi masih tetap di dekat tingkat historis terendah.

Pasar negara berkembang masih tetap menjadi pembeli emas, demikian juga pembelian obligasi Treasury AS dan surat utang negara-negara kaya lainnya masih terus menjadi incaran.

Per Maret 2016, China kembali menambah cadangan emas sebanyak dua persen dan India sebanyak lima persen.

Rusia adalah satu-satunya negara dari pasar berkembang utama yang meningkatkan pembelian emas secara signifikan dengan cadangan hampir sebesar lima belas.

Meskipun pasokan emas dunia hampir tetap dengan tidak ada batasan pada harga.

Emas adalah aset berisiko rendah dengan rata-rata imbal hasil yang nyata dibandingkan dengan surat utang jangka pendek.

Emas merupakan aset yang sangat likuid dengan kriteria kunci untuk aset cadangan.

Komentar