Emas Antam Naik Tipis Rp 1.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Senin, 16 Februari 2015 | 10:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah mengalami pekan gonjang-ganjing Februari, hari ini, Senin, 16 Februari 2015, emas batangan yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, mengalami kenaikan tipis sebesar Rp 1.000 per gram di banding dengan harga penutupan perdagangan Jumat pekan lalu.

Pergerakan harga emas ini, merupakan dampakl dari kenaikan tipis emas dunia, yang bergerak lemah di perdagangan COMEX New York.

Untuk harga pembelian emas yang dijual Logam Mulia, anak usaha perdagangan emas PT Antam, tidak berubah.

Seperti dikutip “nuga” dari situs resmi Logam Mulia Antam, Senin, 16 Februari 2015 harga emas Antam tercatat Rp 547.000 per gram. Naik Rp 1.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya yaitu Rp 546.000 per gram.

Sementara harga buyback justru tidak berubah, tetap di harga Rp 491.000/gram sama seperti posisi pada akhir pekan lalu.

Dengan kenaikan tipis ini maka harga emas dalam berbagai ukuran menyesuaikan dengan harga jual baru. Untuk emas ukuran lima gram dilepas dengan harga Rp2.590.000, ukuran 10 gram Rp5.130.000, ukuran 25 gram Rp12.750.000, ukuran 50 gram Rp25.450.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp50.850.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp127.000.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp253.800.000.

Di pusat perdagangan komoditi logam mulia, Comex, harga emas acuan dunia berakhir lebih tinggi, menghapus kerugian dalam sepekan lalu, pada penutupan perdagangan Jumat akhir pekan lalu di Bursa New York, Amerika Serikat.

Seperti dilansir dari laman CNBC, yang dikutip dari Reuters, Senin, 16 Februari 2015, penguatan harga emas tersebut karena melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap mitra dagang utamanya.

Harga emas di pasar spot menguat ke level US$1.228 per ounce. Sementara itu, harga emas berjangka untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik US$9 ke level US$1.229 per ounce.

Melemahnya nilai tukar dolar AS mendukung kenaikan harga emas. Namun, sayangnya mata uang dolar AS berpotensi menguat menyusul adanya rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve pada tahun ini.

Harga Emas berjangka melemah bersamaan dengan kepercayaan konsumen AS yang khawatir tentang perlambatan ekonomi, dan membuat permintaan untuk logam emas juga ikut terkerek naik.

Pejabat pemerintahan Yunani dan perwakilan zona Eropa diharapkan akan bekerja sepanjang akhir pekan ini untuk mendapatkan satu kesepakatan yang dapat mengatasi masalah utang Yunani.

Pasar melaporkan bahwa investor akan terus mencari emas untuk menjaga terhadap risiko yang mungkin akan terjadi, jika kesepakatan gagal untuk didapatkan oleh Yunani.

Mayoritas suku bunga sangat rendah di beberapa bank sentral telah yang berada dalam kisaran negatif, telah mendorong imbal hasil utang pemerintah ke tingkat yang rendah.

Oleh karena itu, suku bunga rendah cenderung akan tinggal di tempat untuk beberapa waktu lagi dan secara teori untuk membantu dan menjaga harga saham akan meningkat.

Gencatan senjata di Ukraina juga cenderung akan mengurangi permintaan safe haven, meskipun hal ini bukan pertama kalinya gencatan senjata yang sudah disepakati gagal dilakukan.

Oleh karena itu, beberapa unsur di atas masih akan membantu permintaan safe haven meningkat dan bergerak dalam jangka panjang dalam tren bullish.

Dilaporkan dari India bahwa harga premi emas untuk patokan global pada pekan lalu dibandingkan dengan harga diskon akhir bulan lalu telah membuat permintaan emas perhiasan naik.

Premi harga emas India berada pada kisaran $ 2- $ 3 per ounce dan diharapkan akan tetap berada di kisaran yang sama dalam waktu jangka pendek, menurut sumber-sumber perdagangan.

Harga diskon emas berada pada kisaran hingga $ 16 per ounce bulan lalu, sempat membuat permintaan emas perhiasan melemah ketika pasokan emas juga ikut berkurang.

Komentar