Emas Antam Naik Tipis, Rp 1.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Senin, 20 April 2015 | 11:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Senin, 20 April 2015, pada pembukaan perdagangan mingguan, harga emas batangan PT Aneka Tambang, naik Rp 1.000 per gram dibanding penutupan Jumat, pekan lalu. Tiap gram emas dibanderol Rp 457.000 setelah di penutupan perdagangan perdangan lalu, 17 April 2015 dihargai Rp 456.000 per gram.

Penguatan harga emas tampaknya dipengaruhi perdagangan internasional.

Di penutupan perdagangan pekan lalu, Reuters melaporkan emas di pasar Spot naik di level US$1.204 per ounce.

Kondisi di awal pekan ini berkebalikan dengan akhir pekan lalu yang mengalami penurunan Rp 4.000 per gram.

Harga pembelian kembali “buyback” logam mulia Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp 2.000 ke Rp 487.000 per gram.

Antam menjual emas dari ukuran satu gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.18 WIB, semua ukuran emas Antam masih tersedia.

Untuk pecahan lainnya, seperti ukuran lima gram Antam menjual Rp 2.590.000, ukuran 10 gram Rp 5.130.000, ukuran 25 gram Rp 12.750.000, ukuran 50 gram Rp25.450.000 dan ukuran 100 gram dijual Rp 50.850.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp 127.000.000. Sementara itu, untuk ukuran 500 gram mencapai Rp 253.800.000.

Di perdagangan global harga emas bergerak datar di sesi Asia pada hari Senin pembukaan pasar setelah China dilaporkan pada akhir pekan kembali melakukan kebijakan moneter secara agresif setelah data pekan lalu yang menunjukkan kinerja ekonomi sedikit tertahan.

Pada akhir pekan, bank sentral China telah mengumumkan penurunan jumlah cadangan yang diperlukan sebuah bank menjadi 18,5% dari 19,5%, keputusan tersebut efektif akan diberlakukan 20 April.

Langkah tersebut muncul setelah data resmi yang menunjukkan bahwa ekonomi China tumbuh sebanyak tujuh persen pada kuartal pertama, yang merupakan pertumbuhan di laju paling lambat sejak krisis keuangan global pada tahun 2008.

Data produksi industri, penjualan ritel dan investasi aset tetap terlihat jatuh tipis dari perkiraan, yang menunjukkan bahwa Cina perlu melakukan tindakan untuk mencegah perlambatan yang lebih lanjut dalam perekonomian.

Minggu ini, investor akan melihat laporan pada sektor perumahan AS dan data pesanan barang tahan lama untuk melihat indikasi lebih lanjut tentang kekuatan pemulihan ekonomi.

Dolar cenderung terus bergerak tinggi selama 4-tahun terakhir, harga emas naik terhadap mata uang euro dan yen.

Pada hari Jumat, data ekonomi menunjukkan bahwa harga konsumen AS naik pada bulan Maret setelah terbetik spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan menunda kenaikan suku bunga.

Ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed dapat mendorong dollar lebih tinggi. Namun, jika Fed kembali menahan, maka greenback cenderung untuk bergerak rendah dan harga emas akan kembali bersinar dalam denominasi dolar.

Sementara itu, ketidakpastian negosiasi bailout Yunani dengan kreditur masih tetap fokus hingga menjelang batas waktu hari Senin.

logam mulia.com, reuter dan bloomberg

Komentar