Emas Antam Naik Rp 5.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Rabu, 28 Januari 2015 | 10:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah mengalami penurunan sebesar Rp 6.000, selama dua hari, di pembukaan perdanganan pekan ini, Senin dan Selasa kemarin, hari ini, Rabu, 28 Januari 2015, harga , harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik sebesar Rp 5.000 per gram dan bertengger pada angka Rp 560.000 per gram

Harga pembelian kembali atau di kenal dengan istilah “buyback’ pun ikut menguat.

Seperti dikutip dari situs resmi Logam Mulia Antam, Rabu pagi, harga emas Antam tercatat Rp 560.000 per gram Naik Rp 5.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya yaitu Rp 555.000 per gram.

Sementara harga buyback hari ini naik dari Rp 495.000 per per gram menjadi Rp 497.000 per gram.

Antam mengeluarkan daftar harga emas berdasarkan kenaikan Rp 5.000 berdasarkan pecahan yang mereka perdagangankan. Untuk pecahan 500 gram di jual Rp 260.300.000, 250 gram Rp 130.250.000, 100 gram Rp 52.150.000, 50 gram Rp 26.100.000, 25 gram Rp 13.075.000 dan 10 gram Rp 5.260.000.

Untuk ukuran yang lebih kecil, 5 gram dipatok Rp 2.655.000, 4 gram Rp 2.124.000, 3 gram Rp 1.602.000, 2,5 gram Rp 1.340.000 dan dua 2 gram Rp 1.080.000

Kenaikan harga emas Antam tidak lepas dari pergerakan harga emas internasional.

Seperti dikutip “nuga” dari Reuters, Rabu, 28 Januari 2015, harga emas di pasar komoditas Comex tercatat di US$ 1,293,3 per troy ons. Naik hampir satu dibandingkan sehari sebelumnya.

Kenaikan harga emas disebabkan pelaku pasar menantikan pengumuman hasil rapat bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserves/The Fed hari ini waktu setempat. Investor berharap ada petunjuk yang jelas soal kebijakan suku bunga Negeri Paman Sam.

Selain itu, harga emas juga terdongkrak karena permintaan yang meningkat dari Rusia. Menurut catatan Dana Moneter Internasional, kepemilikan emas oleh Negeri Beruang Merah naik 20,73 ton menjadi 1.208,23 ton. Rusia menjadi negara terbesar ke-5 dalam hal kepemilikan emas.

“Negara-negara berkembang telah membeli emas dalam jumlah besar beberapa tahun terakhir. Ini menjadi faktor yang menjaga harga emas relatif stabil,” kata Victor Thianpiriya, Analis ANZ.

The Fed akan memulai pertemuan pertama pada tahun ini selama dua hari pada hari Selasa. Investor masih menilai prospek ekonomi global masih belum pasti ketika Fed masih tetap berpegang pada janjinya untuk bersabar terhadap kemungkinan kebijakan moneter pengetatatan.

Imbal hasil bagi surat utang AS dengan tenor 10-tahun terlihat jatuh kembali di bawah satu koma delapan persen dan imbal hasil bagi surat utang AS dengan tenor 30-tahun bergerak ke dekat rekor terendah.

Sekali lagi, ini bukan pasar obligasi yang tampaknya mengantisipasi kenaikan suku bunga pada tahun ini.
Tentu saja AS bukan satu-satunya negara yang mempunyai kebijakan suku bunga dengan tingkat yang sangat rendah.

Harga Emas mengalami rebound di tengah permintaan saham global jatuh di tengah kekhawatiran terkait Yunani. Imbal hasil bagi surat utang Yunani kembali melonjak lagi ketika pertemuan pertama antara menteri keuangan Eurogroup dan PM Yunani yang baru yang dijadwalkan akan bertemu pada hari Jumat.

“Emas tidak bertindak sebagai safe haven tetapi sepertinya emas memprediksi masalah dengan benar”.

Namun, emas yang berada di harga rendah dalam jangka panjang dan ekspektasi inflasi masih rendah yang di sertai harga energi yang juga rendah merupakan efek yang cukup kuat pada pergerakan logam emas selanjutnya.

Komentar