Emas Antam Naik Rp 1.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Kamis, 22 Juni 2017 | 10:00 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk, Antam, hari ini, Kamis, 22 Juni, mengalami kenaikan tipis,  Rp 1.000  per gram dan berada di posisi menjadi Rp 587 ribu per gram

Rabu kemarin, Antam menjual emasnya seharga Rp 586 ribu per gram.

Harga ini merupakan yang termurah selama dua bulan terakhir.

Untuk harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga naik Rp 1.000 menjadi Rp 531 ribu per gram dari sebelumnya Rp 530 ribu per gram.

Harga jual ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, maka Antam akan membelinya di harga Rp 531 ribu per gram.

Harga jual dan pembelian ini merupakan harga patokan di butik emas Logam Mulia Antam  Sedangkan harga di butik emas logam Mulia lainnya bisa berbeda.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram.

Hingga menjelang siang WIB, sebagian besar ukuran emas Antam sudah tak tersedia.

Kenaikan emas lokal milik Antam ini merupakan dampak dari kenaikan harga emas dunia akibat tertekannya dollar setelah mengalami penguatan selama sepekan terakhir.

Pada awal pekan ini, harga emas sempat tertekan seiring pernyataan pejabat the Federal Reserve atau bank sentral AS mengenai kenaikan suku bunga pada tahun ini

Namun, pimpinan the Fed untuk Philadelphia Patrick Harker menyatakan pihaknya memilih untuk menunda suku bunga naik ke depannya.

Bank sentral AS juga mulai menyeimbangkan portofolio neraca.

Harga emas untuk pengiriman Agustus naik  dan harga emas kontrak berada di level  terendah sejak 16 Mei.

Harga emas yang menguat juga seiring indeks dolar AS yang melemah nol koma satu persen.

Penguatan dolar AS membuat aset investasi seperti emas malah tertekan.

“Jika pasar saham menguat seiring sentimen kenaikan suku bunga the Fed maka harga emas yang pertama kena dampaknya. Namun pasar saham melemah dan tingkat imbal hasil obligasi mendorong kenaikan harga emas,” ujar Adrian Ash, Kepala Riset BullionVault seperti dikutip dari laman Marketwatch.

Ketidakpastian ekonomi dan kebijakan suku bunga the Federal Reserve telah mempengaruhi harga emas.

Pada pekan lalu, pimpinan the Federal Reserve berencana untuk menyeimbangkan neraca keuangannya dan juga menaikkan suku bunga.

Secara teknikal, harga emas sempat sentuh level US$ 1.240.

Analis Commerzbank Carsten Fritsch menuturkan, kalau harga emas mendekati level terendah penting dalam rata-rata dua ratus harian.

Komentar