Emas Antam Menuju Harga Tertinggi

Penulis: Darmansyah

Jumat, 26 Februari 2016 | 10:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Emas yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, hari ini, Jumat, 26 Februari 2016, sedang menuju ke angka termahal bersamaan dengan kembali naik sebesar Rp 4.000.per gram dan bertengger di angka 571.000 per gram

Sehari sebelumnya emas produksi Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp 8.000 per gram setelah pekan sebelumnya terhempas secara akumulasi Rp 12.000 per gram.

Kenaikan harga jual ini diikuti pula oleh harga pembelian kembali atau “buyback” emas Antam sebesar Rp 6.000 menjadi Rp 523 ribu per gram.

Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, Antam akan membelinya di harga Rp 523 ribu per gram.

Adapun pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.
Antam menjual emas dengan ukuram mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.35 WIB, seluruh ukuran emas Antam masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Kenaikan harga emas lokal ini berbeda dengan kondisi harga emas global yang sempat turun tipis pada hari ini, Jumat, 26 Februari 2016

Ambruknya emas global ini dipicu menguatnya pasar saham, imbas dari kenaikan harga minyak mentah dunia.
Harga emas berjangka di Pasar New York untuk pengiriman Februari turun sangat tipis seperti dilansir laman Wall Street Journal.

Sepanjang sesi, emas bereaksi terhadap kondisi pasar keuangan.

Di Asia, harga emas sempat reli akibat terjunnya pasar saham Shanghai yang mendorong investor lebih memilih aset logam mulia ini.

Pasar kemudian berubah seiring tanda-tanda stabilisasi di pasar ekuitas dan mata uang di Eropa.

Logam mulia terus mempertahankan keuntungan sampai terjadi kenaikan harga minyak secara tiba-tiba. Namun, analis mencatat ketahanan emas akan bergerak di kisaran sempit.

“Emas sudah mampu menyerap beberapa penjualan karena beberapa risiko tampaknya telah keluar dari pasar,” kata James Steel, Kepala Analis Logam Mulia di HSBC Securities.

Volatilitas harga emas terjadi baru-baru ini di pasar global. Hal ini didorong kekhawatiran tentang ekonomi ekonomi China dan jatuhnya harga minyak.

Kondisi ini membuat investor lebih memilih investasi logam mulia. Harga emas pun naik lebih dari enam belas persen sejak awal 2016.

Namun dalam beberapa hari terakhir, emas kembali memberi beberapa keuntungan karena pasar keuangan global yang mulai tenang.

Bahkan kendati harga emas berbalik lebih rendah, namun pasar ekuitas dan mata uang menunjukkan tanda-tanda stabilisasi meskipun pasar saham Cina mengalami penurunan.

Untuk harga emas, sebagian didukung permintaan terpendam di China. Harga emas di Bursa Emas Shanghai telah lebih tinggi dari pasar spot London. Ini menunjukkan permintaan di China tampaknya besar.

“Ada juga tanda-tanda bahwa permintaan untuk logam bisa menjadi lebih kuat dari sekedar pembelian jangka pendek,” menurut Simona Gambarini, Ekonom komoditas Capital Economics di London.

Komentar