Emas Antam Menguat Rp 2.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Rabu, 22 April 2015 | 10:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Kenaikan harga emas di pasar global, Rabu, 22 April 2015, langsung berdampak pada harga emas batangan yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, dengan pelonjakan sebesar Rp 2.000 per gram di banding dengan harga jual sehari sebelumnya.

Dengan kenaikan itu, harga emas batangan Antam berada di posisi Rp 548 ribu per. Sehari sebelumnya, harga emas Antam turun Rp 1.000 per gram.

Begitu juga harga pembelian kembali atau dikenal dengan “buyback” logam mulia Antam juga mengalami menguat Rp 2.000 ke Rp 488 ribu per gram.

Antam menjual emas dari ukuran satu gram hingga 500 gram.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari

Peningkatan harga ini, menurut situs logam mulia.com, dipengaruhi harga emas di pasar global.

Dini hari tadi, Reuters melaporkan harga emas di pasar Spot naik ke level US$1.202,90 per ounce.

Kenaikan ini mengubah harga kemarin. Emas ukuran lima gram naik menjadi Rp2.595.000, ukuran 10 gram Rp5.140.000, ukuran 25 gram Rp12.775.000, ukuran 50 gram Rp25.500.000, dan ukuran 100 gram naik jadi Rp50.950.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok naik ke level Rp127.250.000. Sementara itu, untuk ukuran 500 gram mencapai Rp254.300.000.

Menurut “bloomberg” harga emas tetap bergerak terbatas dengan aktivitas harga berada di sekitar USD 1200 per troy ounce.

Eropa masih terus dibebani oleh kekhawatiran atas Yunani, yang telah membantu mendukung dolar dan membatasi pergerakan logam emas.

Harga emas tetap mendapat dukungan setelah muncul usulan Bank Sentral Eropa untuk meningkatkan kepastian tuntutan dalam mendapatkan dana darurat kepada bank-bank Yunani.

Situasi Yunani yang terus memburuk, telah membuat emas menjadi pilihan bagi pelaku pasar. Jika Yunani gagal mendapatkan dana bailout sebanyak € 245 miliar maka kondisi Eropa akan semakin memanas dan kekhawatiran terhadap risiko yang mungkin terjadi dapat kembali mencuat.

Dilaporkan, bank sentral Yunani telah mengambil cadangan kas keuangan kota dan walikota di seluruh Yunani terlihat tidak terlalu senang atas kebijakan tersebut.

Walikota Athena mengatakan bahwa langkah tersebut “jelas inkonstitusional dan mengancam kapasitas sosial dan pembangunan perkotaan.”

Ketidakpastian atas situasi di Yunani dapat mengangkat beberapa permintaan emas ritel di Eropa walaupun saat ini masih belum ada uptick signifikan dalam permintaan emas fisik dari kawasan Asia. Di India, konsumen sedang menahan pembelian emas menjelang Akshaya Tritiya.

Rusia kembali meningkatkan cadangan devisa emas menjadi 39,8 juta ons, atau sekitar 1.238 metrik ton, per 1 April, dibandingkan dengan 38,8 juta ons pada bulan sebelumnya, menurut pernyataan bank sentral dalam situsnya.

Rusia merupakan Negara pemegang emas kelima terbesar yang membeli emas dalam sembilan bulan terakhir sejak tahun 2014 untuk melakukan diversifikasi cadangan devisa dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan likuiditas rubel

logam mulia.com, reuter dan bloomberg

Komentar