Emas Antam Memasuki Masa “Libur”

Penulis: Darmansyah

Senin, 28 September 2015 | 09:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah melambung diawal pekan lalu, dan memasuki masa libur panjang Idul Adha, hari ini, Senin, 28 September 2015, harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, pada sesi perdagangan pagi masih dijual di level Rp 586.000 per gram

Harga ini merupakan kenaikan tinggi penjualan emas Antam sebesar Rp 17.000 per gram pada hari Rabu pekan lalu dan tercatat sebagai yang paling sensasional dalam setahun terakhir.

Hari ini pula, Senin pagi WIB, harga pembelian kembali atau dikenal dengan sebutan “buyback” logam mulia Antam naik Rp 2.000 menjadi Rp 510.000 per gram.

Artinya, jika Anda menjual emas yang dimiliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 510.000 per gram.

Sampai hari ini Antam menjual ukuran emas dari satu gram hingga 500 gram.

Menjelang siang WIB, emas Antam dengan berbagai ukuran masih tersedia dan tingginya animo masyarakat transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam membuat perusahaan itu membatasi pengunjung hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

Di pasar global harga emas diprediksi akan terus menguat pada pekan berikut ini. Keputusan China yang dengan sengaja melemahkan mata uang Yuan masih membawa kekhawatiran ke pasar keuangan global.

Hal membuat investor bergegas mengalihkan investasinya ke emas.

Tapi secara jangka panjang, harga emas masih tertekan turun karena adanya rencana Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan.

Namun, ketika mendekati waktu kenaikan suku bunga, pasar menjadi ragu dan The Fed pun dalam pertemuannya terakhir nampak belum yakin soal kapan akan menaikkan suku bunga mengingat kondisi saat ini tengah tidak kondusif.

Adanya perang mata uang dipertegas devaluasi yuan membuat dolar AS menjadi beban jika menguat demi membantu perdagangan AS.

Selain kebutuhan perdagangan AS, masalah inflasi juga sebagai ancaman ditandai dengan anjloknya harga minyak.

Kenaikan suku bunga dipertanyakan. Belum lagi pasar saham AS sedang tertekan sehingga wacana kenaikan suku bunga bisa jadi justru kontraproduktif terhadap kestabilan pasar.

Ancaman krisis ekonomi global juga membuat emas sebagai safe haven menarik investor. Secara teknikal emas dalam jangka menengah cukup oversold

Hari ini, di New York harga emas terkoreksi tipis karena investor mengambil sebagian keuntungan.

Namun secara umum, logam emas berada dalam pergerakan positif pada minggu kedua ketika dollar juga sedikit mengalami tekanan terhadap beberapa mata uang yang dering diperdagangkan.

Emas sedikit tertekan setelahKetua Fed Janet Yellen mengatakan bahwa kenaikan suku bunga dapat dilakukan pada tahun ini.

Investor saham terdorong dan tampaknya percaya bahwa jika Fed akan melakukan kebijakan uang ketat maka perekonomian harus baik-baik saja.

Namun proyeksi pertumbuhan kuartal Juli-September hanya berada di kisaran satu koma empat persen bersamaan dengan inflasi yang melemah dan memberikan sedikit insentif bagi Fed untuk mengambil keputusan.

Di Jepang, ekonomi berkontraksi. Jepang saat ini diperkirakan akan terhindar dari resesi, pertumbuhan diharapkan Jepang juga telah mengumumkan bahwa inflasi inti untuk bulan Agustus

Hal tersebut merupakan indikasi deflasi pertama sejak April 2013 ketika upaya besar-besaran dari pemerintah Abe dan BoJ untuk merangsang pertumbuhan dan inflasi.

Permintaan logam emas India kembali melonjak menjelang satu bulan musim festival. Pasar emas batangan India terlihat berada dalam kondisi panik beli bahkan ketika aksi jual emas berjangka terus terjadi.

Aksi beli emas emas tampaknya terlihat di perhiasan sehingga membuat pengecer menggenjot permintaan menjelang puncak musim festival serta pernikahan. India merupakan negara pembeli emas batangan nomor satu di dunia yang dapat memberikan support bagi pergerakan emas dunia.

Komentar