Emas Antam Melonjak Rp 6.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Kamis, 17 September 2015 | 10:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Konsolidasi yang terjadi dalam perdagangan emas global, Kamis, 17 September 2015, berdampak pada meroketnya harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, yang hingga menjelang tengah hari ini telah berada di posisi Rp 565.000 per gram.

Harga ini lebih tinggi Rp 6.000 per gram di banding dengan harga jual sehari sebelumnya, Rabu, 16 September 2015, dimana satu gram emas Antam dijual dengan harga Rp 559.000.

Di pasar globa, emas terus berkonsolidasi di atas level USD 1100 per troy ounce karena pasar menunggu keputusan The Fed terkait suku bunga pada hari Jumat subuh.

Momen ini mengingatkan ketika pasar bersemangat untuk mengantisipasi keputusan the Fed pada bulan Maret dan bulan Juni.

Emas berjangka bergerak lebih rendah pada hari Selasa, tertekan oleh menguatnya saham AS dan pergerakan dolar yang menguat, karena para investor menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve pada akhir pekan ini.

Bulan lalu, wakil ketua Fed Stanley Fischer menunjukkan bahwa ada alasan untuk percaya bahwa inflasi akan bergerak lebih tinggi.

PCE inti yang menjadi pengukur inflasi yang disukai the Fed terlihat masih tetap di bawah tujuan jangka panjang yang ditargetkan di kisaran dua persen.

Fischer juga menyorot dolar yang terus menguat.

Chair’s The Fed, Janet Yellen juga menyatakan bahwa perubahan suku bunga sepenuhnya akan berdampak pada ekonomi.

Pernyataan hawkish untuk dukungan kenaikan suku bunga telah membuat the Fed percaya bahwa tekanan inflasi pada saat ini akan meningkat bahkan setelah suku bunga akan bergerak lebih tinggi.

Emas, yang tidak memberikan bunga atau dividen sedang berjuang untuk bersaing dengan investasi yang memberikan hasil tinggi ketika suku bunga dinaikan.

Impor emas India dilaporkan naik lebih dari dua kali lipat pada bulan Agustus, didorong oleh murahnya harga emas global dan permintaan emas domestik yang naik lebih tinggi untuk mengantisipasi musim festival.

Hari ini juga, dollar melemah karena mayoritas trader bertaruh bahwa the Fed akan menunda menaikkan suku bunganya pada hari ini.

“Pasar bergerak fluktuatif menjelang keputusan kebijakan yang diambil the Fed. Pasar akan tetap seperti itu hingga kita mengetahui hasil pertemuan the Fed,” jelas Sam Tuck, senior currency strategist ANZ Bank New Zealand Ltd di Auckland.

Sementara itu, George Goncalves, head of interest-rate strategy Nomura Holdings Inc di New York mengatakan, kekuatan data ekonomi AS belum cukup untuk mengindikasikan kenaikan suku bunga AS.

“Menurut kami, kenaikan suku bunga pertama selama hampir sepuluh tahun harus dilakukan jika kondisi ekonomi benar-benar baik dan tanpa cela,” katanya.

Di pasar lokal, Jakarta, harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk aqtau Antam melonjak Rp 6.000 per gram menjadi Rp 565 ribu per gram. Pada perdagangan sebelumnya, emas Antam dijual di di level Rp 559 ribu per gram.

Sedangkan harga pembelian kembali atau dikenal dengan sebutan “buyback” logam mulia Antam naik Rp 2.000 per gram menjadi Rp 502 ribu per gram.

Artinya, jika Anda menjual emas yang dimiliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 502 ribu per gram.

Saat ini Antam menjual ukuran emas dari satu gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB, emas Antam dengan berbagai ukuran masih tersedia. Dan mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

Komentar