Emas Antam Melompat Rp 4.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Jumat, 19 Juni 2015 | 12:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Tekanan penguatan nilai tukar dollar terhadap harga emas tidak menutup peluang “rebound” bagi logam mulia itu. Di perdagangan domestik, Jumat, 19 Juni 2015, harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, mampu menggeliat dan naik Rp 4.000 per gram dalam kondisi jual beli yang lesu.

Untuk harga pembelian kembali alias buyback juga ikut naik.

Seperti dikutip dari situs logam mulai Antam, Jumat , menjelang siang, harga emas batangan dipatok Rp 560.000 per gram, naik Rp 4.000 dari perdagangan kemarin di Rp 556.000 per gram.

Sementara harga pembelian kembali oleh emiten berkode ANTM ini dari konsumen naik Rp 4.000 menjadi ke Rp 505.000 per gram, bandingkan dengan harga kemarin Rp 501.000 per gram.

“Untuk transaksi pembelian emas batangan datang langsung ke PT Antam Tbk Jakarta setiap harinya kami batasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean saja,” tulis Antam dalam situs resminya.

Dengan kenaikan ini, maka seluruh pecahan emas yang dijual Antam menyeseuaikan dengan harga baru.

Untuk pecahan 500 gram Antam menjualnya di harga Rp 260.300.000, 250 gram: Rp 130.250.000, 100 gram: Rp 52.150.000, 50 gram: Rp 26.100.000, 25 gram: Rp 13.075.000, 10 gram: Rp 5.260.000, 5 gram: Rp 2.655.000 dan untuk satu gram: Rp 560.000

Di pasar global, harga emas berjangka kembali melonjak lebih dari dua puluh lima dollar per ounce pada hari Kamis dengan membuat pergerakan harian terkuat dalam lebih dari satu bulan ketika pasar mencerna komentar dovish dari Federal Reserve terkait waktu kenaikan suku bunga dan krisis utang Yunani.

Harga emas mulai menguat pada perdagangan elektronik Rabu, ketika the Fed menyatakan bahwa suku bunga acuan the Fed akan naik secara jangka panjang.

Harga emas terus bergerak lebih tinggi menyusul data Indeks harga konsumen yang naik tajam dalam lebih dari dua tahun, tetapi masih lebih rendah perkiraan ekonom.

The Fed, telah menggunakan berbagai data ekonomi untuk mengukur kesiapan ekonomi untuk kenaikan suku bunga yang diperkirakan akan naik pada bulan September. Tetapi, faktanya saat ini Fed belum menaikkan suku bunga selama enam tahun.

Yang menarik adalah mengapa The Fed masih belum menaikkan suku bunga ? Tentu saja ada banyak alasan mengapa: ekonomi tidak cukup kuat untuk mengatasinya, The Fed kehilangan kesempatan untuk menaikkan suku pada tahun 2011-2012.

Dari Luksemburg, ada sedikit optimisme terhadap kesepakatan negosiasi Utang Yunani menjelang pertemuan hari Kamis para menteri keuangan zona Eropa.

Berbicara kepada wartawan sebelum pertemuan, kepala Dana Moneter Internasional Christine Lagarde memperingatkan bahwa Yunani tidak akan diberikan tenggang waktu lagi jika gagal untuk membuat pembayaran pinjaman sebesar satu setengah miliar euro untuk tiga puluh Juni.

Sementara itu, Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis mengingatkan kreditur terhadap komentar yang dibuat oleh Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi bahwa kesatuan Uni Eropa akan terancam jika Athena keluar meninggalkan zona Eropa.

Emas dipandang sebagai investasi safe haven bagi investor ketika terjadi periode ketidakstabilan ekonomi.

Komentar