Emas Antam Masuki Harga “Sangat” Mahal

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 Agustus 2016 | 09:30 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global, hari ini, Rabu, 03 Agustus 2016, melonjak ketingkat tertinggi untuk tiga pekan terakhir dan mengerek harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam,  sebesar Rp 4.000 per gram untuk bertengger di angka 615.000 per gram.

Angka patokan yang dicapai harga emas Anta mini merupakan rekor untuk tahun ini.

Sehari sebelumnya Antam menjual emasnya dengan harga Rp 611.000 per gram

Berlainan dengan lonjakan harga jual, untuk harga pembelian kembali atau dikenal dengan buyback hanya bertambah Rp 3.000 menjadi Rp 563 ribu per gram.

Itu artinya jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya Rp 563 ribu per gram. Antam juga mengingatkan,untuk pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram, dan menjelang siang  WIB, beberapa ukuran emas di Antam sudah ludes terjual.

Di pasar dunia, terutama Comex Exchange, Ne York, Rabu pagi WIB harga emas kembali berada di level positif pada penutupan perdagangan.

Pada perdagangan kali ini, harga emas dekati level tertinggi yang pernah dicetak pada satu bulan terakhir.

Pendorong kenaikan harga emas adalah ekspektasi dari pelaku pasar bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan menahan suku bunga atau menunda langkah pengetatan kebijakan moneter.

Mengutip Wall Street Journal, Rabu pagi, harga emas untuk pengiriman Desember ditutup naik satu persen di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Ini adalah harga penutupan tertinggi sejak 06 Juli.

Dalam beberapa pekan terakhir harga emas memang sempat tertekan karena adanya ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga melihat data-data ekonomi yang telah dirilis menunjukkan adanya perbaikan pada kuartal II kemarin jika dibanding dengan kuartal I.

Namun pada pekan ini beberapa data ekonomi menunjukkan kebalikannya. Di akhir pekan lalu, otoritas AS mengeluarkan data bahwa pertumbuhan ekonomi negara tersebut naik satu koma dua persen untuk periode April-Juni.

Pertumbuhan tersebut berada di bawah estimasi dari para analis dan ekonom yang memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS bakal berada di angka dua koma enam persen.

“The Fed tidak bisa berbuat banyak meskipun sebenarnya mereka bisa. Hal tersebut membuat harga emas kembali melambung,” terang analis Linn Group Ira Epstein.

Dalam survei, keyakinan pelaku pasar akan rencana The Fed untuk menaikkan suku bunga pada September nanti mengalami penurunan. Pada Selasa investor yang menyatakan bahwa ada kemungkinan The Fed menaikkan bunga di

Pada saat yang sama, harga emas mendapat dorongan untuk kembali menguat dengan adanya kebijakan pelonggaran moneter di negara lain.

Bank Sentral Australia memangkas suku bunganya pada Selasa untuk mendorong kenaikan angka inflasi dan meningkatkan pasar tenaga kerja.

Emas melonjakan ke harga tertinggi tiga minggu terbaru, didukung oleh risk aversion terbaru dan melemahnya dolar.

Sentimen risk-off muncul dari kerugian pergerakan saham-saham bank Eropa.

Investor masuk untuk mengatasi suku bunga rendah atau negatif yang memeras profitabilitas lembaga keuangan.

Hal ini menimbulkan keraguan serius mengenai kebenaran hasil dari stress test baru-baru ini.

Indeks industri perbankan Eropa mengalami tekanan yang menempatkan kerugian pada tahun ini.

Saham Commerzbank mencapai rekor terendah. Saham Deutsche Bank tercatat di harga terendah sepanjang waktu.

Deutsche Bank dan Credit Suisse telah kehilangan sekitar setengah dari kapitalisasi pasar yang akan membuat mereka keluar dari indeks Stoxx 50.

Kita harus bertanya-tanya bagaimana situasi sebenarnya yang terjadi di Eropa dan bertanya apa yang harus ECB lakukan untuk memacu pertumbuhan dan inflasi, dengan risiko sistem perbankan yang rusak.

ECB harus mempunyai solusi yang tepat untuk menangkal kemungkinan krisis keuangan berikutnya.

Sementara itu, indeks dolar jatuh ke level terendah enam minggu, ditimbang oleh penguatan yen. Yen telah kembali pulih setelah pasar kecewa terhadap rendition abenomics yang terbaru.

Kesimpulan umumnya adalah belanja baru dalam jumlah terbatas yang diuraikan dalam paket stimulus fiskal terbaru tidak akan cukup untuk menghidupkan kembali ekonomi Jepang yang hampir mati.

Selain itu, keputusan BoJ yang hanya meningkatkan pembelian ETF sampai kebijakan mereka dapat ditinjau pada bulan September juga terlihat sebagai respon hangat dengan situasi real. \

Akibatnya, para trader mengambil posisi beli pada mata uang yen.

Di tengah ketidakpastian meningkat, investor sekali lagi mengambil minat pada aset safe haven dan yang paling aman adalah emas.

 

Komentar