Emas Antam Masih Belum Bergerak Naik

Penulis: Darmansyah

Senin, 5 November 2018 | 10:02 WIB

Dibaca: 1 kali

Hari ini, Senin, 05 November, harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam tetap di angka Rp 674 ribu per gram

Pada perdagangan Sabtu lalu, logam mulia Antam juga dipatok di angka Rp 674 ribu per gram.

Sedangkan untuk harga buyback emas Antam tercatat Rp 597 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas maka Antam akan membelinya di harga Rp 597 ribu per gram.

Antam juga merilis harga emas antam ukuran 0,5 gram dan 1.000 gram. Harga emas Antam ukuran 0,5 gram di posisi Rp 362.000 per gram dan 1.000 gram di posisi Rp 624.167.000.

Hingga pukul 08.5519 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia kecuali ukuran1 gram, 2 gram, 3 gram, dan 50 gram. Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di

Peknn lalu harga emas di pasar global, terutama di Mercanthil Exchange Comex,  membuat kejutan dengan kenaikan sebesar satu persen setelah sehari sebeljumnya ambruk di tengah penguatan dollar Amerika serikat.

Harga emas naik lebih dari satu persen dan. kenaikan ini berbalik arah dari pelemahan sebelumnya yang membuat harga logam mulia ini berada di posisi paling rendah dalam tiga pecan,” tulis laman keuangan terkenal “bloomberg,” .

Pendorong utama dari kenaikan harga emas pada perdagangan Kamis adalah pelemahana dolar aS dari level tertinggi.

Setelah jatuh selama tiga hari, harga emas di pasar spot naik satu koma dua persen per ounce.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS naik 1satu koma tiga persen per ounce.

The dollar index yang merupakan indeks pengukur nilai tukar dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia lainnya turunnol koma tujuh persen. indeks ini turun dari level tertinggi selama enam belas bulan.

Emas telah mencapai titik terendah sejak pertengahan  Oktober pada hari Rabu lalu

“Meskipun reli belum dapat diperkirakan, harga emas di USD 1.250 per ounce akan menjadi level yang harus diperhatikan jika dolar AS melemah lebih lanjut atau pasar saham mengecewakan,” kata analis Commerzbank Eugen Weinberg.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga emas turun ke posisi terendah dalam tiga minggu didorong dolar Amerika Serikat yang menguat dan saham tertekan.

Namun, sepanjang Oktober lalu, harga emas menguat seiring indeks saham AS yang merosot.

Wakil Presiden Direktur GoldMining Inc, Jeff Wright, menuturkan, rilis data ekonomi AS terutama sektor tenaga kerja ADP menguat pada Oktober menekan harga emas. ADP melaporkan tenaga kerja sektor swasta mencapai dua ratus dua puluh tujuh ribu pada Oktober.

Angka ini di atas harapan ekonom sekitar sefratus tujuh puluh delapan ribu tenaga kerja baru.

Sepanjang Oktober 2018, harga emas naiksatu koma enam persen berdasarkan kontrak yang aktif. Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Desember turun satu koma dua persen

“Dolar AS yang menguat dan pemulihan nyata di pasar saham global membebani harga emas. Secara teknikal juga harga emas tertekan sehingga membuat investor berorientasi jangka pendek enggan bertaruh untuk harga emas,” tulis analis Commerzbank, seperti dikutip dari laman Marketwatch.

Komentar