Emas Antam Kembali Menggeliat

Penulis: Darmansyah

Selasa, 10 Januari 2017 | 10:00 WIB

Dibaca: 0 kali

Emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, hari ini, Selasa, 10 Januari 2017, kembali menggeliat setelah sehari sebelumnya mengalami kenaikan tipis.

Seperti dicatatkan situs “logam mulia,” pagi Selasa WIB, harga emas Antam naik sebesar Rp 3.000 per gram bersamaan dengan membaiknya harga emas global pada penutupan perdagangan  di Comex Exchange New York.

Harga emas Antam kini berada di posisi Rp 585 ribu per gram. Di hari sebelumnya, harga emas Antam dibanderol Rp 582 ribu per gram.

Harga ini merupakan harga patokan di butik emas Logam Mulia Antam Pulogadung, Jakarta. Sedangkan harga di butik emas logam mulia lainnya bisa berbeda.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga di hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran 1 gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB, hampir semua ukuran emas Antam tersedia. Hanya ukuran 500 gram saja yang tidak tersedia.

Harga emas di tingkat global, seperti diberitakan “reuter,” hari ini, terus naik usai terlepas dari aksi jual yang tinggi di akhir tahun lalu dan melemahnya dolar Amerika Serikat.

Harga emas untuk pengiriman Februari ditutup naik satu persen per troy ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Melemahnya dolar turut membantu mendukung kenaikan harga emas.

Harga emas menjadi lebih murah untuk pembeli asing seiring pelemahan dolar.

Menurut analis, aset safe-haven telah kembali menjadi perhatian karena harga telah jatuh ke posisi terendah dalam multi-bulan.

James Steel, Kepala Analis Logam Mulia di HSBC, mengatakan penurunan harga emas telah memicu permintaan fisik di pasar negara berkembang termasuk China.

“Beberapa bertahan dengan permintaan fisik yang moderat ,” kata Steel.

Namun, emas dapat terus menghadapi tantangan dari penguatan dolar AS, kenaikan suku bunga dan ketidakpastian atas implikasi politik dan ekonomi dari pemerintahan Donald Trump.

Analis Citi menulis Senin bahwa mereka memperkirakan reli emas hanya berlangsung singkat, terpicu investor yang hanya mencari posisi short dan barang murah.

“Sebagian besar berharap pada harga emas akan konsolidasi pada minggu ini karena kami menunggu pelantikan Presiden Donald Trump. Setelah itu kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih baik dari kebijakannya selama menjabat,” kata Jonathan Chan, Analis Investasi di Phillip Futures.

Selama pekan lalu harga emas sempat  terdepresiasi untuk pertama kalinya setelah laporan pekerjaan AS yang dirilis turun akan menambah kasus untuk Federal Reserve yang berpotensi melanjutkan menaikkan suku bunga.

Hasil rilis data pekerjaan AS tercampur dimana data nonfarm payrolls AS hanya mendapatkan  di bawah ekspektasi

Tingkat pengangguran AS juga naik lebih tinggi

Tidak bagus dan tidak buruk juga.

Pasar tampaknya berfokus pada pertumbuhan upah tahunan . Kenaikan upah lanjutan akan menggulingkan re-inflasi, yang pada akhirnya akan membuat emas membaik.

Obligasi AS kembali berada di bawah tekanan baru ketika pergerakan saham AS kembali naik dan aksi beli dolar menjadi proses berikutnya. Harga Emas tampaknya terpengaruh oleh kenaikan dollar AS.

Pada minggu ini perhatian pasar akan melihat pidato Donald Trump dan prioritas kebijakan seratus hari pertamanya.

Ekspektasi inflasi akan membuahkan inflasi aktual yang akan membuat The Fed kemungkinan mencari target baru.

Warna Emas kemungkinan akan benar-benar bersinar.

Kenaikan suku bunga seperempat poin dipandang sebagai mosi percaya pada perekonomian AS.

Meskipun kenaikan tersebut kecil ketika the Fed memproyeksikan tiga kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Namun, akan sangat sulit bagi The Fed untuk “berjalan-sendiri” dengan kebijakan “pengetatan moneter” yang saat ini dilakukan.

Meskipun gambaran ekonomi AS membaik, pertumbuhan global yang masih lemah tampaknya akan terus berlanjut.

Melihat rencana Fed untuk tahun ini, kebijakan moneter yang divergen akan membuat premi besar antara yield AS dan yield yang ditawarkan oleh obligasi Jerman atau Jepang.

Komentar