Emas Kembali ke Rp 559 Ribu Per Gram

Penulis: Darmansyah

Selasa, 8 September 2015 | 09:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, hari ini, Selasa, 08 September 2015, bergerak kembali ke angka Rp 559 ribu per gram setelah sehari sebelumnya, Senin kemarin, merosot sebesar Rp 2.000 per gram.

Naiknya kembali harga emas produksi Antam ke posisi pekan lalunya disebabkan bergeraknya harga emas global di Mercantil Exchange , New York, setelah meredup di pekan lalu.

Harga jual emas Antam ini diikuti dengan harga pembelian kembali atau “buyback” logam mulia Antam yang juga naik Rp 2.000 menjadi Rp 500 ribu per gram.

Artinya, jika Anda menjual emas yang dimiliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 500 ribu per gram.

Antam menjual ukuran emas dari 1 gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB, emas Antam dengan berbagai ukuran masih tersedia. Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam

Di pasar global, hari ini, Selasa WIB, 08 September 2015, emas kembali bergerak ke harga terendah sejak pertengahan Agustus karena pasar saham menguat dan dolar AS bergerak dengan cukup mantap, setelah data payrolls AS yang dirilis minggu lalu telah gagal memberikan kejelasan tentang waktu kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Harga emas kehilangan satu persen di pekan lalu dan telah jatuh lebih dari lima persen pada tahun ini, karena sebagian besar oleh spekulasi bahwa suku bunga AS akan dinaikkan.

Pasar mengatakan ketidakpastian atas waktu kenaikan suku bunga akan terus terjadi hingga the Fed melakukan pertemuan untuk membahas kebijakan moneter pada 16-17 September walaupun The Fed terus memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga bergantung pada data ekonomi.

Setelah gagal untuk mendapatkan keuntungan dari gejolak baru-baru ini di pasar saham dan kebijakan moneter China yang mendevaluasi mata uangnya bulan lalu, emas kini berjuang untuk menemukan arah pada kebijakan moneter AS.

Dlaporkan, Bank sentral China pada bulan lalu kembali menambahkan lagi 16 ton kepemilikan emas batangan sehingga menambah cadangan moneter sebanyak dua kali lipat pada tingkat bulanan.

Namun secara keseluruhan, cadangan mata uang asing Cina turun pada bulan lalu, ketika Bank sentral China mengintervensi mata uang untuk mendukung Yuan dengan menjual Dolar, Euro dan mata uang lainnya.

Harga emas sedikit mendapat support ketika dimulainya hari perdagangan emas di China setelah libur.

Harga premi emas di Shanghai Gold Exchange masih tetap stabil di sekitar $ US4 per ounce pada hari Senin, menunjukkan minat beli yang stabil.

Perdagangan emas terus menguat di Cina. Omset mencapai rekor bulanan baru pada bulan Agustus di Shanghai Gold Exchange.

Meskipun permintaan perhiasan emas masih melamban tetapi terjadi peningkatan tajam dalam permintaan emas dalam bentuk investasi. Dengan demikian, pasar emas Shanghai telah muncul sebagai pemain penting di pasar emas global.

Harga emas di pasar dunia memang sedang wait and see berkaitan dengan arah ketidakpastian naikknya suku bunga Amerika Serikat.

Dikutip dari Reuters, emas di pasar spot naik jadi USD1.120,61 pada pukul 08.48 WIB. Sebelumnya, emas berada di USD1.116,20, terendah sejak 19 Agustus 2015.

Pedagang logam mulia mengatakan, emas kemungkinan akan berada di bawah tekanan sampai pertemuan Federal Reserve pada 16-17 September mendatang.

Harga emas terluka tahun ini oleh ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed untuk kali pertama dalam hampir satu dekade.

Komentar