Emas Antam Jeblok Rp 8.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Jumat, 30 Januari 2015 | 10:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Jumat, 30 Januari 2015, di penutupan perdagangan akhir pekan, harga jual emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, yang dipasarkan unit pengolahannya, Logam Mulia, jeblok sebesar Rp 8.000 per gram dan menimbulkan pesmimisme investor bahwa era emas mahal mulai sirna.

Seperti dikutip “nuga” dari situs resmi Logam Mulia Antam, Jumat pagi, harga emas Antam kini tercatat Rp 550.000 per gram. Turun dibandingkan perdagangan hari sebelumnya yaitu Rp 558.000per gram.
Sementara harga buyback hari ini turun dari Rp 495.000 per gram menjadi Rp 490.000 per gram.

Perdagangan emas pekan ini, seperti yang dikatakan pengamat logam mulia dari Antam, memang sangat fluktuatif. “Terjadi harga yang naik turun sepanjang pekan. Dan diakhir pekan, emas menemukan kondisi terburuknya dengan jeblok sangat jauh,” kata pengamat dari Antam itu.

Dengan harga yang merosot sebesar Rp 8.000 per gram hari ini, maka harga emas untuk semua ukuran menyeseuai dengan harga baru.

Untuk pecahan 500 gram Antam menjualnya dengan harga Rp 255.300.000, 250 gram Rp 127.750.000, 100 gram Rp 51.150.000, 50 gram Rp 25.600.000, 25 gram Rp 12.825.000 dan 10 gram Rp 5.160.000.

Sedangkan untuk ukuran yang lebih kecil, 5 gram di jual Rp 2.605.000, 4 gram Rp 2.084.000, 3 gram Rp 1.572.000, 2,5 gram Rp 1.315.000, 2 gram Rp 1.060.000 dan satu gram Rp 550.000

Penurunan harga emas Antam tidak lepas dari perkembangan harga emas dunia. Mengutip Reuters, Jumat pagi, 30 Januari 2015, harga emas turun sampai dua koma dua persen menjadi US$ 1.251,86 per troy ons. Ini merupakan penurunan terdalam sejak pertengahan bulan ini.

Investor masih memantau perkembangan di Amerika Serikat, terkait rencana kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral The Federal Reserves/The Fed. Pelaku pasar memperkirakan suku bunga akan naik pada pertengahan 2015.

Ini menyebabkan investor cenderung memilih aset-aset dengan mata uang dolar AS. Minat untuk ‘berburu’ emas pun meredup.

Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan investor semakin bernafsu mengoleksi instrumen berbasis dolar AS. Saat ini, ekonomi di Negeri Paman Sam terus membaik, yang terlihat dari permintaan tunjangan pengangguran yang turun drastis. Artinya, lapangan kerja di AS semakin banyak.

Ke depan, investor akan mencermati pengumuman data pertumbuhan ekonomi AS. Investor berekspektasi data yang dirilis akan memuaskan, sehingga kemungkinan dolar AS akan terus menguat.
Harga emas terus berada di bawah tekanan ketika the Fed secara optimis menyatakan bahwa ekonomi AS berada dalam kondisi positif. Logam emas kembali jatuh ke level dua minggu terendah di kisaran USD 1251.10 per troy ounce.

The Fed menyatakan pada hari Rabu bahwa “kegiatan ekonomi terus berkembang dengan kondisi yang solid. Kondisi pasar tenaga kerja di AS telah membaik secara lebih lanjut dan tingkat pengangguran terus bergerak lebih rendah.”

Namun, meskipun terjadi optimisme pada ekonomi AS, FOMC masih menyatakan untuk “bersabar”. Sudah hampir selama tujuh tahun kondisi suku bunga masih berada di area nol dan ada kemungkinan optimisme ekonomi tidak terjadi dengan sebenarnya.

Indeks harga barang di AS telah runtuh dalam dua bulan terakhir dan benar-benar runtuh. “Pasar kemungkinan akan melihat PCE inti akan jatuh lebih lanjut pada tahun 2015.

Dan pertanyaan dasar yang akan muncul, bagaimana mungkin the Fed akan menaikkan suku bunga dengan kondisi inflasi yang bergerak jauh dari target mereka sendiri?

Bahkan, ketika bank sentral Denmark telah memotong suku bunga lebih tajam dengan masuk ke area negatif. Danske Bank masih terus mempertahankan rate mata uang terhadap euro.

Munculnya frase “perang mata uang” mulai terlihat dengan peningkatan tajam akhir-akhir ini dimana tujuan akhir dari kebijakan pelonggaran moneter adalah untuk melemahkan mata uang yang akan membuat “perang mata uang”.

Melemahnya harga emas mungkin akan menjadi bukti dan kesempatan bagi para investor yang terkejut melihat kenaikan yang tajam pada harga emas yang terlihat di awal bulan sehingga beberapa trader telah mengambil keuntungan, tetapi yang pasti kondisi perang mata uang yang akan terus meningkat, mungkin akan terjadi dengan waktu yang cukup jangka panjang.

Komentar