Emas Antam Jeblok Rp 5.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Selasa, 18 April 2017 | 09:36 WIB

Dibaca: 1 kali

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, hari ini, Selasa,  18 April, jeblok hingga Rp 5.000 per gram dan berada di posisi Rp 595.000 per gram akibat harga emas dunia dilindas oleh isu ketegangan geopolitik.

Pada Senin ke kemarin, harga emas Antam ada di angka Rp 600 ribu per gram.

Sementara harga pembelian kembali atau dikenal dengan sebutan buybac) emas Antam turun Rp 3.000 menjadi Rp 540 ribu per gram.

Itu artinya, jika Anda menjual emas yang Anda miliki, maka Antam akan membayar Rp 540 ribu per gram.

Harga jual dan pembelian kembali ini merupakan harga patokan di butik emas Logam Mulia Antam Pulogadung, Jakarta. Sedangkan harga di butik emas Logam Mulia lainnya bisa berbeda.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram.

Hingga menjelang siang WIB, beberapa ukuran emas Antam tidak tersedia. Ukuran yang tidak tersedia tersebut adalah 1 gram dan 250 gram.

Seperti diberitakan  laman Reuters, Selasa pagi WIB, harga emas memang sempat naik setelah sempat mencapai posisi tertinggi  sejak awal November.

Adapun harga paling aktif emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup naik .

Logam kuning mengupas kerugiannya sebagian besar dipicu dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi sepuluh tahunan AS setelah jatuh ke level terendah sejak November.

Di sisi lain, saham AS naik setelah tiga hari berturut-turut mencetak penurunan.

Phillip Streible, Broker Komoditas Senior RJO Futures di Chicago, mengatakan harga emas juga terdampak aksi profit taking. “The Fed masih akan menaikkan suku. Ini bisa mempengaruhi emas,” kata Streible.

Korea Utara yang kembali melakukan uji coba peluncuran rudal ternyata menuai kegagalan pada hari Minggu. Ini kembali meningkatkan risiko geopolitik dunia.

Ketegangan regional telah meningkat selama beberapa minggu terakhir usai Presiden AS Donald Trump mengambil langkah keras dengan Pyongyang.

“Harga emas kemungkinan akan mempertahankan kekuatannya terkait Pemilu Prancis dalam sepekan ke depan. Sementara ketegangan di Korea Utara yang sedang berlangsung juga tetap membuat pasar gugup,” kata Analis INTL FCStone Edward Meir.

Komentar