Emas Antam Hari Rp 560 Ribu Per Gram

Penulis: Darmansyah

Senin, 19 Januari 2015 | 10:28 WIB

Dibaca: 0 kali

Lonjakan harga jual emas batangan emas logam mulia di Jakarta, hingga hari ini, Senin, 19 Januari 2015, di pembukaan sesi perdagangan mingguan, terus menunjukkan kenaikan tinggi. terutama yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, sebagai respon membaiknya kinerja emas di pasar global.

Unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, Logam Mulia, dalam rilis pagi, hari Senin, memberitakan, harga emas batangan Antam dijual Rp 560.000 per gram , atau naik sebesar Rp 7.000 per gram.

Kenaikan hari ini melengkapi kenaikan sebesar Rp 28.000 per gram sepanjang dua pekan Januari. Dan hingga Senin ini pula harga emas Antam sudah mengalami kenaikan sebesar Rp 35.000 per gram.

Ini merupakan kenaikan terbesar selama setengah bulan sepanjang enam bulan terakhir dan mengembalikan harga emas seperti delapan bulan lalu.

Selain merilis kenaikan harga jual, situs Antam juga merinci harga emas untuk berbegai ukuran. Untuk ukuran 5 gram juga dilepas dengan harga Rp2.655.000, ukuran 10 gram Rp5.260.000, ukuran 25 gram Rp13.075.000, ukuran 50 gram Rp26.100.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp52.150.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp130.250.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp260.300.000.

Adapun harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini dipatok pada level Rp496.000 per gram, atau naik Rp7.000 dari transaksi sebelumnya.

Dalam penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, harga emas acuan dunia berakhir lebih tinggi di Bursa New York, Amerika Serikat.

Seperti dilansir dari laman CNBC yang dikutip dari Reuters, Senin 19 Januari 2015, naiknya harga emas dipicu oleh keputusan Bank National Swiss mengenai nilai tukar mata uangnya.

Harga emas di pasar spot naik ke level tertinggi sejak 02 September 2014, yakni US$1.278,60 per ounce.

Sementera itu, harga emas berjangka untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat US$12,10 atau 0,9 persen ke level US$1.276,90 per ounce.

“Pengumuman dari SNB menjadi pemicu naiknya harga emas,” kata Michael Lewis, analis Deutsche Bank.

Harga emas mencatat kenaikan harian terbesar pada Kamis pekan lalu, yakni naik dua koma enam persen. Kenaikan mingguan pada perdagangan pekan lalu menjadi lompatan terbesar sejak Agustus 2013, naik sekitar empat setengah persen.

Harga Emas melonjak tajam tertinggi di pekan kedua Januari 2015 ini dan merupakan lompatan tertinggi sejak delapan belas minggu terakhir. Tercatat, pada penutupan perdagangan pekan lalu, harga emas global sudah bertengger di atas USD 1.260 per troy ounce.

Kenaikan ini didorong oleh aksi risk aversion setelah kejutan dari Swiss National Bank dan Reserve Bank of India. Harga Emas naik hampir mendekati tiga persen pada hari tersebut dan hampir tujuh pada tahun ini.

Mata uang Swiss franc bergerak menguat terhadap euro. Presiden SNB, Thomas Jordan telah menegaskan komitmennya selama tiga-tahun terakhir, berjanji untuk membela euro dengan mempertahankan nilai tukar minimum walaupun melakukan intervensi terbatas jika diperlukan.

Ini adalah bagian dari kebijakan SNB yang kemungkinan didorong oleh spekulasi bahwa ECB akan melakukan QE pada Kamis depan. Tetapi yang menarik, langkah Swiss dengan melemahkan euro telah memberi Draghi sedikit lebih banyak waktu.

Sementara itu bank sentral India, RBI juga secara mengejutkan memotong suku bunga sebelum pertemuan kebijakan Februari dan juga mengisyaratkan pemotongan lebih lanjut yang dikarenakan turunnya harga energi sehingga mengurangi risiko inflasi dalam upaya untuk merangsang pertumbuhan.

Perang mata uang global sedang berlangsung, ketika mata uang Swiss menguat terhadap mata uang Eropa.
Banyak spekulasi yang beredar, mungkin mata uang Swiss hanya bergerak ke posisi yang dapat dipertahankan, tetapi saya ragu mereka untuk mencoba melemahkan kembali dengan lebih rendah. Siapa yang akan percaya mereka?

Semua ketidakpastian yang dipupuk oleh aksi kebijakan Swiss dalam mengemudi invesitasi safe haven dapat menarik minat emas. Upaya lebih lanjut untuk melemahkan mata uang dan kebijakan moneter dengan uang mudah dengan tren ke arah lebih mudah lagi, akan membentuk emas menjadi asuransi yang murah untuk menjaga nilai investasi.

Pada pergerakan harga di pekan lalu, perdagangan emas dibuka pada kisaran USD 1228.84 per troy ounce. Harga emas langsung menguat tajam dengan bergerak ke atas menuju harga tertinggi hariannya pada kisaran USD 1266.63 per troy ounce.

Harga emas akhirnya ditutup pada kisaran USD 1262.73 per troy ounce. Pergerakan emas mendapatkan keuntungan terhadap dollar sebanyak USD 33.89.

Secara umum, pergerakan emas pada grafik empat jam-an terlihat masih dalam kondisi bullish. Harga emas terlihat kembali berada di atas indikator simple moving average 200 dan 50 yang merupakan area support bagi pergerakan emas.

“Kemungkinan kenaikan ini hanya temporer. Pasar masih mencari titik harga yang rasional,” ujarnya.
Lonjakan harga logam mulia di Jakarta, itu, terutama yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, adalah sebagai respon membaiknya kinerja emas di pasar global.

Di pasar global, emas hampir mencapai level tertinggi selama empat bulan, pada perdagangan hari ini. Investor memilih instrumen yang lebih aman setelah Bank Swiss memotong suku bunga.

Komentar