Emas Hari Ini Terjun Rp 4 Ribu Pergram

Penulis: Darmansyah

Senin, 11 September 2017 | 09:56 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Senin, 11 September, harga emas yang dijual  PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam tercatat turun Rp 4.000 ke posisi  dab bertengger di posisi Rp 617 ribu per gram

Pekan lalu  harga emas Antam berada di posisi Rp 621 ribu per gram.

Sedangkan harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hanya turun Rp 1.000 menjadi Rp 560 ribu per gram.

Harga buyback ini jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 560 ribu per gram.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Hingga pukul 08.11 WIB, sebagian besar ukuran tidak tersedia.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Pada pekan lalu harga emas dunia naik dan menandakan penutupan tertinggi selama setahun menyusul mata uang euro menguat terhadap dolar.

Itu semua merupakan imbas dari pertemuan para petinggi Bank Sentral Eropa. Bank Sentral Eropa berencana untuk kembali meluncurkan program stimulus fiskal mereka.

Melansir Marketwatch,  emas untuk kontrak Desember naik hampir satu persen

Harga ini adalah yang tertinggi sejak 6 September tahun lalu, untuk kontrak yang paling aktif, menurut FactSet Data.

Euro menguat terhadap dolar menyusul keputusan dari Bank Sentral Eropa untuk tidak mengubah suku bunganya.

Pada konferensi persnya, Kepala Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengindikasikan stimulus akan dilakukan pada Oktober.

“Draghi enggan untuk menguraikan bulan, tanggal dan kecepatan proses program itu,” kata Naeem Aslam

Pasar emas  memang sangat dipengaruhi dolar yang melemah usai muncul komentar resmi Federal Reserve tentang inflasi AS yang rendah.

Dolar mencapai titik terendah satu minggu melawan yen Jepang dan berada di jalur penurunan terbesar dalam delapan hari terhadap sekeranjang mata uang.

Harga emas juga dibayangi kesepakatan Korea Selatan dengan Amerika Serikat untuk merespons ancaman dari Korea Utara setelah Pyongyang melakukan uji coba nuklir terbesar untuk keenam kalinya, dua hari lalu.

“Emas masih menuai permintaan sebagai safe haven,” kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

Sebagian besar menguatnya harga emas baru-baru ini dikaitkan dengan ketidakpastian geopolitik yang telah dipicu kejadian di semenanjung Korea.

Namun, Goldman Sachs mengatakan bahwa peristiwa di Washington selama dua bulan terakhir, memainkan peran yang jauh lebih besar dalam laju harga emas baru-baru ini diikuti oleh melemahnya dolar.

Komentar