Emas Antam Cuma Naik Rp 1.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Kamis, 9 Oktober 2014 | 10:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Kamis, 09 Oktober 2014, harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik sangat tipis Rp 1.000 per gram dibandingkan perdagangan Rabu kemarin yang mengalami stagna. Untuk harga pembelian kembali. Atau dikenal dengan istilah “buyback” pun ikut menguat.

Seperti dikutip “nuga” dari situs resmi Logam Mulia Antam, Kamis pagi, harga emas Antam tercatat Rp 525.000 per gram. Naik dibandingkan perdagangan hari sebelumnya yaitu Rp 524.000 per gram.

Sementara harga buyback emas Logam Mulia Antam juga naik dari Rp 467.000 per gram menjadi Rp 471.000 per gram.

Untuk emas batangan ukuran 5 gram Antam melepasnya dengan harga Rp2.480.000, ukuran 10 gram Rp4.910.000, ukuran 25 gram Rp12.200.000, ukuran 50 gram Rp24.350.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp48.650.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp121.500.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp242.800.000.

Sementara itu, di pasar global harga emas acuan dunia berakhir melemah pada penutupan perdagangan Rabu, 08 Oktober 2014 di Bursa New York, Amerika Serikat, atau Kamis pagi WIB, 09 Oktober 2014

Seperti dilansir dari laman CNBC yang dikutip dari Reuters, Kamis 09 Oktober 2014, hal itu karena karena rapat Federal Open Market Committee yang memberi petunjuk bahwa suku bunga tetap dipertahankan mendekati nol, menyebabkan aksi jual investor di pasar saham terhenti.

Indeks saham utama Amerika Serikat ditutup lebih tinggi hingga 2 persen dibandingkan sebelumnya, pada akhir perdagangan Rabu waktu New York.

Harga emas di pasar spot melemah ke level US$1.183,46 per ounce, atau level terendah sejak Juni 2013.

Sementara itu, harga emas berjangka untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun US$6,40 ke level US$1.206 per ounce.

Sebelumnya, harga emas sudah mulai membaik setelah keluarnya data output industri Jerman pada Agustus yang jauh lebih rendah dari perkiraan pasar. Penurunan tersebut menjadi pelemahan terbesar sejak krisis keuangan 2009.

Komentar