Emas Ambruk Usai Kenaikan Suku Bunga

Penulis: Darmansyah

Jumat, 18 Desember 2015 | 10:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Sehari usai The Federal merilis kenaikan suku bunga perbankan di Amerika Serikat, harga emas ditutup melemah ke level terendah dalam enam tahun seiring kekhawatiran dampak keputusan Bank Sentral Amerika Serikat

Dilansir dari Wall Street Journal, Juma, 18 Desember 2015, harga emas untuk pengiriman Februari, kontrak paling aktif diperdagangkan, ditutup ambruk hingga dua setengah persen per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Harga tersebut merupakan penutupan terendah sejak Oktober enam tahun silam.

The Fed pada Rabu menaikkan suku bunga AS

Bank sentral juga memberikan outlook yang relatif optimis terhadap perekonomian terbesar di dunia, meskipun para pejabat The Fed mengatakan mereka berencana untuk menaikkan secara bertahap selama tiga tahun ke depan.

Keputusan The Fed mengakhiri perdebatan panjang tentang apakah ekonomi AS cukup kuat untuk menahan biaya pinjaman yang lebih tinggi.

Harga emas telah jatuh hampir sepuluhpersen tahun ini.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani emas dan membuat emas tidak menarik karena menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang selain dolar AS.

Hal ini akan menekan permintaan terhadap emas sehingga akan menekan harga.

Kenaikan suku bunga juga membuat emas sulit untuk bersaing dengan aset lain seperti obligasi yang menawarkan bunga.

Mengutip MoneyMorning.com, keputusan tersebut akan memberikan pengaruh besar pada harga logam mulia.

Harga emas diperkirakan diperdagangkan dalam kisaran sempit sampai The Fed setelah keputusan itu.

Pedagang logam mulia global berhati-hati usai kenaikan suku bunga The Fed yang mengangkat dolar AS.

Hal tersebut membuat emas menjadi lebih mahal untuk pembeli asing yang membayar untuk logam mulia dengan mata uang lainnya.

Hal ini membuat minat investor membeli emas berkurang sehingga akan menekan harga.

“Sebagian besar investor menunggu dampak keputusan Bank Sentral AS,” jelas analis senior divisi Wealth Management di U.S. Bank, Seattle, AS, Rob Haworth dilansir dari Reuters.

Para pejabat di Bank Sentral AS sedang mengadakan rapat FOMC dalam dua hari. Dan telah mengumumkan hasil rapat tersebut pada 17 Desember 2015.

Meskipun hasil rapat telah diumumkan, namun dari jauh-jauh hari sebelumnya beberapa pejabat The Fed sudah memberikan sinyal tentang beberapa perubahan dalam ekonomi

“Pertanyaannya, apa yang akan dilakukan setelahnya,” tambah Haworth.

Dalam perdagangan di tingkat domestik, dan mengalami stagnan selama dua hari berturut-turut, hari ini, Jumat, 18 Desember 2015, harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam turun Rp 1.000 menjadi Rp 546 ribu per gram.

Sementara harga pembelian kembali atau dikenal dengan sebutan “buyback” emas Antam juga turun Rp 5.000 menjadi Rp 473 ribu per gram.

Artinya, jika Anda menjual emas yang dimiliki, maka Antam akan membelinya di harga Rp 473 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.18 WIB, emas Antam untuk seluruh ukuran masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Hal menarik, kali ini Antam ikut memajang harga emas bercorak batik yang resmi meluncur kemarin, yang terdiri dari dua pecahan yakni 10 gram dan 20 gram.

Harga emas bercorak batik ini juga turun. Untuk ukuran 10 gram, harga per batang‎ turun Rp 10 ribu menjadi Rp 5.570.000, harga per gram Rp 557 ribu.

Ukuran 20 gram, harga per batang lebih murah Rp 20 ribu menjadi Rp 10.745.000 dengan harga per gram Rp 537.250.

Komentar