Emas Alami Kemandekan Harga Hari Ini

Penulis: Darmansyah

Selasa, 1 Agustus 2017 | 09:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas sempat mencapai posisi tertinggi dalam hampir tujuh minggu didorong  dolar yang melemah dan prediksi jika data ekonomi yang meragukan akan mengganjal langkah Federal Reserve menaikkan suku bunganya lagi pada tahun ini.

Meski kemudian di akhir pekan, harga emas berbalik turun.

Seperti ditulis “reuter” hari ini, Selasa, 01 Agustus harga emas di pasar spot turun sangat tipis, nol koma satu persen untuk tiap  ounce-nya, setelah naik ke posisi tertinggi sejak pertengahan Juni lalu.

Harga berada di jalur kenaikan sebesar dua koma satu persen pada bulan ini, dan merupakan  kinerja bulanan terkuat sejak Februari.

Adapun emas berjangka AS turun nol koma satu  persen menjadi  per ounce.

“Pelemahan dolar yang mendorong harga emas. Ini bukan hanya terhadap euro, itu terhadap mata uang utama lainnya, “kata Analis Commerzbank Eugen Weinberg.

Dia mengatakan ini karena kondisi politik AS yang berantakan dan data ekonomi AS belum menjadi inspirasi.

Adapun mata uang AS jatuh ke posisi terendah dalam hampir enam belas bulan terhadap sekeranjang mata uang lainnya, membuat emas dalam mata uang dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya,

“Meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian politik, melemahnya AS data makro dan berdampak ke dolar dan mendukung harga harga,” menurut Standard Chartered dalam sebuah catatan.

Emas yang diperdagangkan Comex, pada penutupan pekan lalu, naik ke posisi tertinggi dalam enam minggu setelah sempat melemah, usai suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat  yang sebelumnya diprediksi naik ternyata diputuskan berbeda.

Pembelian emas juga dipicu langkah Korea Utara yang kembali menembakkan rudal balistiknya.

Melansir laman Reuters,  harga emas di pasar spot naik hampir satu persen dan  menyentuh harga tertinggi.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus  juga naik.

Harga emas berkilau, usai data produk domestik bruto  Amerika pada kuartal kedua dan biaya tenaga kerja mendorong dolar melemah, dan membuat bullion lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

“Ini menunjukkan penurunan besar dalam tingkat inflasi tahunan.. sehingga tidak ada urgensi bagi Fed untuk meningkatkan suku bunganya,” ujar Analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Harga emas memang sensitif terhadap kenaikan suku bunga sebab membuat logam mulia ini menjadi kurang menarik, dan cenderung menguatkan dolar.

Kali ini, indeks dolar turun terpicu data ekonomi dan ketidakpastian politik.

Kenaikan harga emas kali ini dibayangi Korea Utara yang kembali menembakkan rudalnya. Ini bisa menjadi antarbenua rudal balistik .

Sementara pada logam mulia lainnya, harga perak naik satu persen dan berada  di jalur untuk kenaikan mingguan ketiga.

Sementara itu harga emas domestik yang dikendalikan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, hari ini, Senin, 31 Juli,  turun Rp 1.000 menjadi Rp 598 ribu per gram pada perdagangan paginya.

Sebelumnya, di penutupan perdagangan Sabtu pekan lalu  harga emas Antam di posisi Rp 599 ribu per gram.

Namun harga buyback di posisi Rp 536 ribu per gram.

Harga buyback ini artinya jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya dengan harga Rp 536 ribu per gram.

Harga jual ini merupakan harga patokan di butik emas Logam Mulia Antam Pulogadung, Jakarta.

Sedangkan harga di butik emas logam mulia lainnya bisa berbeda.

Antam menjual emas dengan ukuran 1 gram hingga 500 gram.

Komentar