Emas Meliuk Ketingkat Harga Terendahnya

Penulis: Darmansyah

Kamis, 8 Februari 2018 | 08:01 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Kamis, 08 Februari, harga emas global di Comex Merchantil Exchange, New York, kembali meliuk dan terpruk ke level terendah selama satu bulan terakhir.

“Harga emas mengalami koreksi hingga sentuh level terendah dalam satu bulan,” tulis laman “bloomberg,” pagi ini, Kamis.

Tekanan harga emas itu didorong indeks dolar Amerika Serikat  dan imbal hasil surat berharga AS naik.

Harga emas untuk pengiriman April melemah satu koma satu per ounce. Level harga emas itu sentuh level terendah sejak satu bulan lalui.

Harga emas gagal untuk berbalik arah lantaran volatilitas di aset berisiko.

“Sulit untuk mengatakan harga emas bergerak baik mengingat pasar saham tetap tidak jelas meski pemulihan terjadi pada perdagangan Selasa,” ujar Konsultan INTL FC Stone, Edward Meir, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis pagi WIB.

“Emas tidak terlalu berkinerja baik saat saham tertekan.Sementara tampaknya mudah merosot usai reli tajam di saham. Ini mungkin menunjukkan kalau emas lebih rentan terhadap sisi negatifnya, terutama jika pasar saham stabil,” tambah dia.

Sementara itu, indeks dolar AS naik nol koma delapan persen

Imbal hasil surat berharga atau obligasi bertenor sepulouh  tahun naik menjadi dua koma delapan puluh tiga persen.

Investor telah menunjukkan kekhawatiran terhadap ketidakstabilan pasar saham dan kenaikan inflasi.

Kenaikan imbal hasil obligasi sepuluh tahun terjadi usai laporan pekerjaan pada Januari yang menunjukkan lonjakan pertumbuhan upah.

Hal itu memicu kekhawatiran inflasi sehingga mendorong spekulasi kekhawatiran the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.

Analis menekankan risiko inflasi mendorong imbal hasil obligasi. Ini bisa mempengaruhi harga emas. Pelaku pasar menekankan kalau harga emas dan komoditas lainnya dapat bertahan baik dibandingkan emas.

“Pasar saham menerjang kekhawatiran inflasi dan tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Namun komoditas dan terutama emas bertahan,” ujar Will Rhind, Chief Executive GranteShares.

Sebelumnya, harga emas turun satu persen ke level terendah dalam hampir tiga minggu pada perdagangan  Rabu kemarin  karena investor fokus pada ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS atau the Federal Reserve

“Harga emas tertekan karena adanya ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi pada tahun ini,” jelas analis Dillon Gage Metals, Walter Pehowich.

Kenaikan suku bunga acuan AS akan mendorong kenaikan inbal hasil obligasi dan menakan harga emas. Alasannya, emas hanya memberikan keuntungan di kenaikan harga saja.

Sedangkan obligasi selain memberikan keuntungan di kenaikan harga juga memberikan keuntungan bunga.

Dengan kenaikan suku bunga acuan AS maka emas harus berjuang melawa obligasi dan seperti biasanya investor akan memilih obligasi.

Dolar membalikkan kerugiannya setelah Trump mengatakan kepada CNBC dalam sebuah wawancara di Davos, Swiss bahwa ia ingin melihat dolar menguat.

Ini mengirim harga emas jatuh.

Sehari sebelumnya, Dolar turun dan mendorong harga emas naik dipicu komentar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang menyambut baik melemahnya Dolar.

“Kemudian komentar Trump kedua keluar, kami melihat pelemahan euro dan penguatan dolar berdampak ke pasar,” kata Phillip Streible, Ahli strategi Komoditas Senior di RJO Futures di Chicago.

Setelah mencapai puncaknya sejak Agustus dua tahun lalu pada minggu ini, harga emas terkena koreksi, kata para pedagang.

Komentar