Dunia Sedang Masuki Era Emas Mahal

Penulis: Darmansyah

Kamis, 22 Januari 2015 | 09:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Dunia sedang menuju pada era emas mahal setelah jatuhnya harga minyak, kebijakan stimulus The Fed dan terakhir perang mata uang yang di picu oleh ECB, Bank sentral Swiss.

Di dalam negeri, era emas mahal ditandai dengan lompatan harga emas yang diperdagangkan yang mencapai Rp 37.000 per gram hingga hari ini. bahkan dalam perdagangan kemarin, Rabu, 21 Januari 2015, emas Antam sempat bertengger diakumulasi kenaikan Rp 39.000 per gram selama Januari ini.

Hari ini, Kamis, 22 Januari 2015, harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam sedikit bergerak turun dibandingkan kemarin. Harga pembelian kembali “buyback,” juga melemah.

Seperti dikutip “nuga” dari situs resmi Logam Mulia Antam, Kamis pagi harga emas Antam tercatat Rp 562.000 per gram, yang berarti turun Rp 2.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya yaitu Rp 564.000 per gram.

Sementara harga buyback hari ini turun dari Rp 500.000 per gram menjadi Rp 499.000 per gram.
Penurunan ini menyebabkan harga emas milik Antam untuk semua ukuran juga mengalami penurunan.

Untuk ukuran 500 gram Antam menjualnya dengan harga Rp 261.300.000, 250 gram Rp 130.750.000, 100 gram Rp 52.350.000, 50 gram Rp 26.200.000, 25 gram Rp 13.125.000 dan 10 gram Rp 5.280.000.

Untuk ukuran yang lebih kecil seperti 5 gram dipatok Rp 2.665.000, 4 gram Rp 2.132.000, 3 gram Rp 1.608.000, 2,5 gram Rp 1.345.000, 2 gram Rp 1.084.000 dan 1 gram Rp 562.000

Kenaikan harga emas di tingkat global terjadi karena dipicu perang mata uang yang terjadi di Zona Europa, terutama kebijakan ECB, Bank Sentral Swiss, yang menjadikan harga emas mengalami kenaikan sekaligus pilihan untuk investasi.

“Perang” ini akan terus berlansgung dimana ECB sedang mempertimbangkan paket stimulus sebesar lima puluh miliar euro per bulan selama satu tahun.

Pasar akan menunggu keputusan tersebut nanti malam

Akibat kebijakan ECB ini emas diperdagangkan akhirnya berhasil menyentuh harga di atas USD 1300 per troy ounce dengan membangun harga tertinggi lima bulan terbaru, sebelum akhirnya terkoreksi ke bawah.

Logam emas terus mendapat support dari pergeseran kebijakan moneter global yang bergerak menuju era uang mudah sehingga memberikan momentum yang kuat bagi emas.

Kebijakan ECB ini berdampak luas kepada bank sentral globa. Bank of Canada mengumumkan kebijakan baru dengan memotong suku bunga dan menjatuhkan patokan suku bunga pinjaman overnight

Jatuhnya harga minyak sudah berdampak negatif pada perekonomian Kanada, mengurangi pendapatan ekspor dan investasi sektor energi, yang mengakibatkan PHK. “Penurunan harga minyak jelas negatif bagi perekonomian Kanada,” kata Gubernur Dewan Komisaris BoC, Stephen Poloz.

Meeting minute Bank of England pada pertemuan MPC bulan Januari mengungkapkan dengan nada jelas yang lebih dovish. Voting suara untuk mempertahankan suku bunga masih dilakukan. Petinggi BoE seperti McCafferty dan Weale, telah mengenyampingkan perbedaan pendapat untuk kebijakan pengetatan.

Pekan lalu, Reserve Bank of India juga telah melakukan penurunan suku bunga, sebelum pertemuan kebijakan bank sentral pada bulan Februari. RBI berupaya untuk menghidupkan kembali ekonomi India yang sedang lesu ketika penurunan harga energi telah mengurangi risiko inflasi dan memberikan peluang untuk menghirup nafas.

Pada hari Senin, bank sentral Denmark memangkas suku bunga deposito Bank sentral juga menegaskan kembali komitmennya untuk mematok krone terhadap euro.

Sementara itu, apakah pasar percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga? Pasar Keuangan tampaknya tidak percaya. Biasanya, prospek kebijakan moneter yang lebih mudah, akan membangkitkan semangat para investor di pasar saham.

Jika itu terjadi, maka perang mata uang antar negara global yang melemahkan mata uang mereka akan membuat implikasi untuk pasar emas yang akan sangat bullish.

Komentar