Dollar Tertekan dan Emas Kembali Cerah

Penulis: Darmansyah

Rabu, 13 Maret 2019 | 09:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah mengalami penurunan harga selama dua pekan terakhir, hari ini, Rabu, harga emas global l mengalami kenaiksan bersamaan dengan tekanan yang dialami dollar

Seperti ditulis laman keuangan “Bloomberg,” Rabu pagi WIB, harga emas naik tipis  didukung oleh pelemahan dolar Amerika Serikat) setelah adanya terobosan nyata dalam negosiasi Brexit antara Uni eropa dengan Inggris.

Namun, penguatan pasar saham membatasi gerak harga emas.

Hrrga emas di pasar spor naik nol koma tiga puluh enam persen per ounce. Sedangkan untuk harga emas AS naik nol loma enam persen  per ounce.

Analis Capital Economics Ross Strachan mengatakan, pelemahan dolar AS terjadi setelah adanya tanda-tanda kesepakatan pada pembicaraan Brexit. Hal tersebut memberikan dukungan jangka pendek kepada emas.

Nilai tukar dolar AS jatuh dari posisi tertinggi dalam tiga bulan. Hal tersebut membuat emas batangan lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun sayangnya, kenaikan harga emas tak terlalu tinggi. Perubahan pada menit-menit terakhir terhadap pengaturan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa memicu kenaikan saham global sehingga mendorong investor mengalihkan dananya ke saham dari emas.

Harga emas jatuh pada hari Senin (Selasa pagi WIB) tertekan penguatan pasar saham global dan penjualan ritel AS yang lebih kuat dari yang diperkirakan menghilangkan beberapa kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi.

“Penjualan ritel lebih baik, yang berarti ekonomi tidak tentu melambat secepat yang disarankan beberapa orang,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

Penjualan ritel AS naik nol koma dua pada Januari, mengejutkan para ekonom yang mengharapkannya tetap tidak berubah. Data bisa mendorong sikap yang kurang dovish dari AS.

Ketua Bank Sentral AS atau the Fed Jerome Powell pada hari Minggu menekankan dia akan memantau dengan cermat bagaimana dampak perlambatan ekonomi global kondisi di Amerika Serikat untuk memutuskan masa depan lintasan suku bunganya. Suku bunga AS yang lebih tinggi mengurangi minat investor terhadap emas yang tidak menghasilkan.

Saham global meninggalkan minggu terburuk di tahun ini menyusul janji China untuk langkah-langkah stimulus lebih lanjut untuk menyembuhkan ekonomi mereka yang sakit.

Harga emas dunia dalam dua pecan ini tergelincir bersamaan dengan menguatnya  pasar saham globall dan penjualan ritel AS

Penguatan roitel ini diperkirakan menghilangkan beberapa kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi.

Seperti juga  ditulis laman keuangan “bloomberg,”  harga emas di pasar spot turun  setengah  persen per ounce, sedangkan emas berjangka AS menetap pada nol koma enam persen lebih rendah

Harga spot terpukul  pada hari Jumat, tetapi dengan cepat turun kembali ke bawah ambang batas psikologisnya.

“Penjualan ritel lebih baik, yang berarti ekonomi tidak tentu melambat secepat yang disarankan beberapa orang,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

Penjualan ritel AS naik nol koma dua persen  pada Januari, mengejutkan para ekonom yang mengharapkannya tetap tidak berubah. Data bisa mendorong sikap yang kurang dovish dari AS.

Ketua Bank Sentral AS atau the Fed Jerome Powell pada hari Minggu menekankan dia akan memantau dengan cermat bagaimana dampak perlambatan ekonomi global kondisi di Amerika Serikat untuk memutuskan masa depan lintasan suku bunganya. Suku bunga AS yang lebih tinggi mengurangi minat investor terhadap emas yang tidak menghasilkan.

Saham global meninggalkan minggu terburuk di tahun ini menyusul janji China untuk langkah-langkah stimulus lebih lanjut untuk menyembuhkan ekonomi mereka yang sakit.

“Sebagian besar, investor masih paling tertarik pasar ekuitas dan tidak menemukan kebutuhan untuk produk safe-haven saat ini,” kata Walter Pehowich, Wakil Eksekutif Presiden Layanan Investasi di Dillon Gage Metals, pada sebuah catatan.

Spekulan memangkas posisi long net di emas COMEX dalam minggu hingga  awal  Maret, karena harga emas turun dari sepuluh bulan tertinggi dan menembus di bawah level kuncinya

Namun, net buy naik dari rekor level terendah yang tersentuh pada bulan Oktober.

Harga emas masih memiliki beberapa dorongan tersisa, dengan kekhawatiran atas keadaan ekonomi global bertahan, kata para analis.

Sementara, harga paladium naik, sementara harga perak turun   Harga platinum  juga naik setelah sebelumnya menyentuh harga  terendah sejak pertengahan Februari.

Komentar