Dollar Terpuruk, Harga Emas Melambung

Penulis: Darmansyah

Jumat, 23 November 2018 | 08:23 WIB

Dibaca: 1 kali

Harga emas global di Comex, hari ini, Jumat, 22 November, kembali melambung bersamaan dengan terpuruknya nilai tukar dollar Amerika Serikat di pasar keuangan New York.

Seperti dtulis laman keuangan dunia “bloomberg,” Jumat pagi WIB, harga emas menguat ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat dan karena investor mencari perlindungan dari kelemahan di pasar keuangan pada kekhawatiran pertumbuhan ekonomi.

Harga emas di pasar spot naik  nol koma dua persen  per ounce, meskipun gerak emas terkendali saat liburan Thanksgiving di AS.

Harga pada hari ini telah mencapai puncak level tertingginya  sejak dua pekan lalu

Harga emas berjangka AS  juga naik nol koma satu persen.

Dolar jatuh untuk hari kedua berjalan, sementara pasar saham Eropa melemah ke zona merah karena kekhawatiran investor meningkat tentang perlambatan pertumbuhan global.

“Pelemahan pasar saham cenderung mendukung pasar emas, mengingat ketidakpastian yang berlaku di pasar,” kata analis Saxo Bank Ole Hansen, menambahkan dolar yang lemah juga mengangkat harga emas.

Logam mulia bisa makin melejit jika dolar melemah lebih lanjut, membuat emas lebih murah untuk pembeli pegang mata uang lainnya, kata analis.

Pasar mengharapkan the Fed untuk menaikkan suku bunga lagi pada bulan Desember, tetapi kekhawatiran tentang potensi perlambatan global menimbulkan keraguan tentang jumlah kenaikan suku bunga tahun depan.

Investor kini melihat ke depan untuk pertemuan yang akan datang antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di KTT G20 bulan ini di Argentina.

Harga emas telah pulih sekitar 6 persen dari posisi terendah dalam sembilan belas bulan pada pertengahan Agustus.

“Ada posisi short spekulatif besar yang perlu ditutupi, oleh karena itu kami mengharapkan harga emas akan terus meningkat menjelang akhir tahun,” kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Di antara logam mulia lainnya, perak turun , melayang dekat tertinggi dua minggu yang dicapai pada sesi sebelumnya.

Sehari sebelumnya, Kamis,

harga emas kembali moncreng dan  naik ke level tertinggi dalam dua minggu terakhir.

Kenaikan harga emas ini seiring dolar Amerika Serikat  yang melemah.

Seperti ditulis laman keuangan “bloomberg,” Kamis pagi WIB, harga emas  untuk pengiriman Desember di Comex naik  lebih setengah persen atau pasnya, nol koma enam persen per ounce.

Harga emas itu juga termasuk kontrak paling aktif sejak awal November.

Sementara itu, harga perak  juga naik atu koma enam  persen per ounce.

Harga perak sudah naik nol koma delapan  persen pada pekan ini.

Harga emas melemah pada perdagangan Selasa usai menguat dalam empat hari. Hal tersebut juga didorong terjadi aksi jual di bursa saham.

Namun, perdagangan cenderung pendek pada pekan ini karena ada perayaan Thanksgiving di AS pada Kamis waktu setempat.

“Dengan harga lebih rendah dalam emas pada Selasa yang terjadi dalam hadapi penurunan tajam dalam saham dan meningkatnya kecemasan. Ini jelas emas juga bukan alat investasi yang safe haven,” ujar Analis Zaner Metals, dikutip dari laman Marketwatch, Kamis pagi WIB.

Oleh karena itu, para analis tidak terkejut seiring kenaikan harga emas pada Rabu pekan ini. Penguatan harga emas seiring pemulihan bursa saham global.

“Namun, dolar AS melemah sehingga menekan emas dan perak,” tulis analis.

Komentar