Dollar Melemah dan Emas Tetap Stabil

Penulis: Darmansyah

Kamis, 5 Januari 2017 | 08:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Ditengah pergolakan dollar yang melemah, hari ini, Kamis, 05 Januari 2017, emas menemukan momen terbaiknya untuk tetap stabil tanpa terjadinya penurunan harga.

Di Comex Merchantil Exchange, New York, harga emas berjangka cenderung stabil pada level tertinggi dalam tiga pekan lebih, di tengah pelemahan dolar menyusul catatan yang dikeluarkan oleh Bank Sentral The Federal Reserve dalam pertemuannya.

Catatan dari bank sentral itu menunjukkan bahwa Pejabat The Fed melihat ada potensi kenaikan suku bunga lebih cepat dari biasanya.

Pada pertemaun 14 Desember lalu, The Fed menaikkan suku bungayang kedua kalinya dalam satu dekade terakhir.

Suku bunga tinggi bisa berdampak negatif pada emas, yang cendderung mendapatkan keuntungan dari mereka yang menderita kebijakan moneter.

Tapi dolar AS memperpanjang pelemahannya, yang berdampak positif pada emas.

Emas untuk pengiriman Februari diperdagangkan sebentar setelah catatan the Fed.

“Ada mix yang menarik dari ketidakpastian dan perhatian dari kondisi ekonomi yang sedang terjadi dan ini membantu komoditas emas,” ujar Bill Baruch, kepala Pasar Strategis di iiTrader dilansir dari Marketwatch, Kamis pagi WIB.

Pada November lalu, menyusul kemenangan Trump atas Hillary Clinton, harga emas anjlok.

Tapi, beberapa periset pasar percaya bahwa logam akan jatuh lebih jauh di tengah ekspektasi kekuatan lebih lanjut dalam ekuitas yang berlebihan, yang dapat mengatur panggung untuk rebound dalam logam mulia.

Kemarin,  Rabu, harga emas berkonsolidasi setelah mencapai level tiga minggu tertinggi di sesi sebelumnya

Emas bergerak menuju ke level tertinggi 3-minggu pada perdagangan hari pertama di tahun ini.

Logam emas melonjak setelah pergerakan saham, minyak dan dolar berbalik arah.

Awalnya pasar sangat terkesan dengan ketahanan emas setelah mendapat gempuran dari yield Treasury AS tenor sepuluh tahun yang mendekati level tertinggi dua tahun

Namun, setelah harga minyak dunia tertekan sebanyak tiga dollar, yield Treasury AS dan dolar AS terjatuh dari level tertinggi, sehingga telah membuat emas berproses dengan alami.

Data aktivitas pabrik di AS di bulan Desember yang dirilis memmberikan hasil yang memuaskan dengan begrerak menuju level tertinggi dua tahun di tengah lonjakan pesanan baru yang menunjukkan bahwa beberapa hambatan pada manufaktur dari penguatan dolar yang berkepanjangan dapat ditekan.

Pasar sedang menunggu data non-farm payrolls AS yang akan dirilis pada hari Jumat ini.

Jika hasil rilis data lebih rendah dari perkiraan maka harga emas akan mempunyai kesempatan untuk melakukan fase rebound yang cukup kuat.

Arah politik tampaknya akan membantu dan mendukung harga emas. Media keuangan, melaporkan bahwa kemungkinan ada wakil ketua the Fed yang baru.

Nama John Allison disebut-sebut Washington sebagai calon oleh Presiden terpilih Donald Trump.

Allison mungkin akan mengisi kekosongan Dewan Gubernur Federal Reserve dan akan membuatnya sebagai “wakil ketua dan kepala regulasi perbankan.

Komentar