Dolar Menguat dan Emas di Comex Ambruk

Penulis: Darmansyah

Jumat, 31 Maret 2017 | 08:48 WIB

Dibaca: 1 kali

Setelah mengalami penguatan selama dua pekan, hari ini, Jumat, 31 Maret, harga emas global  merosot karena terpicu penguatan dolar Amerika Serikat

Namun penurunan harga ini masih dibatasi ketidakpastian ekonomi di dunia terkait hengkangnya Inggris dari Uni Eropa dan pemilu Perancis yang akan berlangsung.

Seperti ditulis “reuter hari ini, Jumat, harga emas di pasar Spot turun setengah  persen

Sementara harga emas berjangka AS susut lebih besar.

“Kita mungkin melihat dukungan dari pemilu Perancis jika terdapat hasil mengejutkan yang lebih baik dari yang diharapkan Marine Le Pen. Yang mungkin memberikan sedikit dorongan ke emas,” kata Bernard Dahdah, Analis logam mulia di Natixis.

Potensi kemenangan calon kadidat pemimpin Prancus dari haluan kanan pada Pemilu Eropa tahun ini, telah membuat daya tarik emas sebagai safe haven investasi meningkat, meniadakan efek dari penguatan dolar.

Adapun Dolar menguat untuk hari kesembilan terhadap sekeranjang mata uang lainnya.

greenback membuat emas dalam mata uang dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, dan berpotensi menurunkan permintaan.

Penguatan Dolar juga didorong pernyataan Presiden Fed Chicago Charles Evans, yang mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut pada tahun ini.

“Pasar telah terkena dampak kenaikan suku bunga di tahun ini, tetapi jika kita melihat mungkin ada tiga tekanan downside terhadap harga emas,” kata analis ETF Securities Nitesh Shah.

Indeks dolar AS naik ke level di atas 100. Sedangkan bursa Amerika Serikat  cenderung bervariasi dengan indeks saham Dow Jones turun.

“Indeks dolar AS di atas 100, dan harga emas di atas US$ 1.250. Saya tidak yakin harga emas akan ke US$ 1.200.”

“ Harga emas dapat ke level US$ 1.300 seiring stok emas dapat mendorong penguatan harga emas yang didukung aksi beli,” ujar Peter Spina Chief Executive Officer Goldseek.com, seperti dikutip dari laman Marketwatch.

Harga emas tertekan juga didorong pemerintah Inggris secara formal telah mulai proses brexit. “Euro melemah imbas Brexit. Ketidakpastian pertumbuhan Uni Eropa dan tren nasionalisme menjadi isu ekonomi. Ini membuat dolar AS menguat sehingga menekan harga emas,” kata dia.

Spina menambahkan, euro dapat kembali tertekan dalam sebulan ke depan. Ini berdampak negatif terhadap emas lantaran penguatan dolar AS.

Sementara itu, sejumlah pelaku pasar juga mencermati data ekonomi AS. Ini untuk mengetahui kapan bank sentral AS atau the Federal Reserve kembali naikkan suku bunga.

Dengan kenaikan suku bunga pada Maret, ada kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga lebih dari dua kali pada tahun nini.

Sementara itu, harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik Rp 1.000 menjadi Rp 591 ribu per gram

Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 590 ribu.

Kenaikan juga diikuti harga buyback atau pembelian kembali emas yang kini di posisi Rp 530 ribu per gram.

Harga ini naik Rp 1.000 dibandingkan perdagangan kemarin di posisi Rp 529 ribu.

Harga buyback ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 530 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

 

Komentar