CT Bingung Tentang Penjualan “TV One” dan “antv”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 26 April 2013 | 10:41 WIB

Dibaca: 1 kali

Chairul Tanjung, orang terkaya kelima di Indonesia menurut Forbes, merasa terusik dengan berlarut-larutnya  jawaban penawaran yang telah disampaikannya  untuk membeli seluruh saham PT Visi Meddia Tbk milik Grup Bakrie senilai USD1,8 miliar atau sekitar  Rp17,5 triliun.

“Jadi  apa nggak dijual.  Habis mereka sudah tawarkan, kita sambut. Lantas berlarut-larut. Ini tidak baik dari sisi bisnis. Kalau nggak jadi umumkan saja. Gitu loh, kalau dia enggak mau jual, ya kita enggak jadi beli,” kata Chairul Tanjung, ketika diklarifikasi oleh “nuga.co” tentang keingingannya membeli perusahaan media yang memiliki TV One, antv dan portal viva.co.id itu di Jakarta.

CT, begitu Chairul Tanjung di sapa, adalah pemilik “CT Corp,” yang telah memiliki media Trans TV, Trans 7 dan portal berita terbesar di Indonesia “detik.com. Dia mengatakan,  sangat siap untuk membeli saham dari VIVA media milik Group Bakrie tersebut. Namun, saat ini belum ada kepastian dari pihak VIVA sendiri. “Jangan bertanya apakah kami siap atau tidak. Kita  sudah siap untuk beli sahamnya dia,” katanya.

” Sebelumnya, juru bicara Bakrie Grup,  Christopher Fong pernah mengatakan, pihaknya hingga kini belum mau berkomentar mengenai  keinginan pihak CT  Corp untuk membeli saham ViIVA.  Manajemen VIVA akan berkomentar bila telah ada keputusan secara resmi.? ” katanya.
Ia  mengakui, pemegang sahamnya pernah melakukan penjajakan pelepasan saham VIVA ke grup media lain. “Sepanjang pengetahuan perseroan, pemegang saham perseroan pernah melakukan penjajakan untuk kemungkinan kerjasama dan sinergi dengan grup media lain,” ujar Neil R Tobing, seorang staf VIVA.
Komisaris Utama VIVA Anindya N Bakrie hanya tersenyum ketika dikonfirmasi soal para investor yang berminat membeli jaringan media milik kelompoknya, yang  meliputi dua televisi nasional dan satu portal berita.

Menurut Anin, begitu “putera mahkota” Bakrie Grou itu disapa,  rencana penjualan itu  masih sebatas wacana. Dia menampik akan adanya rapat petinggi Grup Bakrie dalam waktu dekat, untuk membahas tawaran pembelian dari tiga peminat jaringan VIVA. “Sejauh ini, semua kabar itu baru sebatas gosip,” jelas Anin.

 

Ketidakjelasan penjualan kelompok media milik Bakrie itu makin tidak jelas ketika ketika  Abu Rizal ditanyai wartawan. “Soal VIVA jangan tanyakan saya Tanyakan ke Anin sana,” kata Bakrie merujuk pada anaknya yang menjabat Komisaris Utama VIVA Media.

Ketika dikonfirmasi  wartawan menghubungi  Anindya M Bakrie, dia  tidak berkomentar banyak. “Aduh, No comment dulu yah,” tegas Anin.

Anindya N Bakrie enggan berkomentar banyak terkait isu penjualan anak usaha Bakrie tersebut. Dia justru mengalihkan pembicaraan mengenai operasional Viva.

“Soal VIVA saya no comment dulu deh, mending ngomongin operasional VIVA sajalah. VIVA revenue-nya bagus, semua kepentingan senang,” ujar Anindya kepada Afrida, contributor “nuga.co” di Jakarta.

Ketika dicecar dengan pertanyaan,  apakah pihak VIVA dan pihak CT sudah deal dalam melakukan penawaran saham yang sebesar Rp17,5 triliun?” Anindya malah tersenyum. “Masalah deal yang Rp17 triliun itu kata siapa? Saya belum ada komentar mengenai ini,” tukasnya.

Sedangkan saat dipertegas mengenai pertanyaan, apakah VIVA jadi dijual, Anindya hanya tersenyum. “Hahaha, sudah yah,” ucapnya sambil tertawa.

Sebelumnya, Chairul Tanjung (CT) mengaku bingung akan kejelasan apakah saham PT Viva Media milik Grup Bakrie yang senilai USD 1,8 miliar atau sekira Rp 17,5 triliun jadi dijual. Sampai saat ini pihaknya masih menunggu kabar dari pihak Viva apakah jadi dijual atau tidak.

Komentar