Chairul Tanjung Beli Rp1,9Triliun TelkomVision

Penulis: Darmansyah

Jumat, 7 Juni 2013 | 16:00 WIB

Dibaca: 0 kali

Pengusaha Chairul Tanjung, miliarder terkaya nomor lima di Indonesia, atau lebih akrab di sapa dengan CT, masih melanjutkan “petualangan”nya sebagai jagoaan akuisisi setelah mengambil alih perusahaan televisi berbayar milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Indonusa Telemedia atau TelkomVision.

Proses akuisisi anak perusahaan “plat merah” itu berlangsung cepat tanpa menimbulkan gejolak pasar karena keduanya telah sepakat dengan perjanjian jual beli yang matang. Klausul awal dari akuisisi juga telah ditempuh dengan melibatkan bursa karena perusahaan milik Telkom Tbk itu sudah masuk bursa dan tercatat sebagai perusahaan publik.

”Sudah selesai, tinggal tunggu proses administrasinya dengan IDX (Bursa Efek Indonesia), karena ini perusahaan publik,” jelas Komisaris CT Corp Ishadi SK. Ishadi, mantan Dirjen RTF di zaman Menteri Penerangan Harmoko itu, merupakan tulang punggung dari akusisi CT Corp dalam mendapatkan perusahaan media.

Sukses mengantarkan Trans TV sebagai salah satu stasion televisi bergengsi di Indonesia, Ishadi melakukan akusisi yang sukses untuk mengambil alih TV 7, kini Trans 7, dari pemiliknya raksasa bisnis media Kompas Gramedia.

Sebelumnya, CT memang disebut akan membeli 80 persen saham TelkomVision. CT akan melakukan akuisisi tersebut melalui perusahaannya, CT Corp. Seperti dilansir Reuters, nilai kesepakatan itu diperkirakan bernilai kurang dari USD100 juta.

Sebagai gambaran, pendapatan TelkomVision pada 2012 sebesar Rp405 miliar atau USD41,33 juta. Selain itu, pasar televisi berbayar di Indonesia hanya tujuh persen dari seluruh rumah tangga Indonesia. Sedangkan India sebesar 83 persen dan China 54 persen dari seluruh rumah tangga di masing-masing negara.

Sektor televisi berbayar diperkirakan tumbuh pesat karena berkembangnya kelas menengah di Indonesia.
CT Corp, rencananya akan menggelontorkan dana untuk mengembangkan TelkomVision. Menurut Ishadi, prospek pengembangan televisi berbayar memiliki ceruk yang lebar di Indonesia. Ia melihat prospek ini berasal dari tayangan entertainment seperti film dan pertandingan sepakbola.

CT Corp juga telah menawar Viva Tbk, pemilik Tv One, anteve dan Viva co.id. Chairul Tanjung telah menyiapkan pendanaan dalam bentuk tunai sebesar 1,8 juta dollah atau Rp 17triliun untuk akuisisi perusahaan media milik keluarga Bakrie itu.

Tapi sampai dengan rapat umum pemegang saham Viva Tbk, kemarin belum dimunculkan opsi penjualannya. Walau pun dikabarkan mereka akan menjual salah satu unit televisinya, anteve kepada MNC Grup milik Harry Tanoe, namun, sampai dengan usainya rapat umum pemegang saham tidak terjadai kesepakatan penjualannya.

Komentar