Buyback Emas Antam Rp 8.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Selasa, 14 Juni 2016 | 09:41 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Selasa, 14 Juni 2016, harga pembelian kembali emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, mengalami lompatan spektakuler ketika naik sebesar Rp 8.000 per gram.

Sedangkan harga jual emas Antam sendiri naik Rp 3.000 per gram.

Harga emas Antam sendiri hari ini  berada di Rp 592 ribu per gram. Sedangkan pada perdagangan Senin 13 Juni 2016, harga emas Antam dipatok di Rp 589 ribu per gram.

Untuk harga pembelian kembali itu sendiri setelah naik  naik Rp 8.000 per gram berada diposisi  Rp 545 ribu per gram dari Rp 537 ribu per gram pada satu hari sebelumnya

Itu artinya jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan menghargainya di Rp 545 ribu per gram.

Untuk pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram dan menjelang Selasa siang WIB , sebagian besar stok emas Antam masih tersedia.

Di pasar global, hari ini, Selasa, harga emas bergerak ke level tertinggi sejak pertengahan Mei pada awal pekan ini.

Pergerakan harga emas dipengaruhi dolar Amerika Serikat  dan saham tertekan.

Sentimen kenaikan risiko jelang pertemuan bank sentral AS atau the Federal Reserves pada pekan ini dan referendum Inggris terhadap keanggotaannya di Uni Eropa pada 23 Juni 2016 mempengaruhi harga komoditas termasuk emas.

Di pasar spot, harga emas naik hampir satu  persen per ounce

Meredamnya harapan kenaikan suku bunga bank sentral AS pada bulan ini telah mendorong kenaikan harga emas.

Harga emas  reli enam persen sejak data tenaga kerja AS pada Mei lebih lemah dari yang diharapkan. Hal itu mempengaruhi sentimen kenaikan suku bunga the Fed.

“Data pasar tenaga kerja telah mendorong harga naik untuk pengiriman Juni dan Juli. Pada waktu sama ada sentimen referendum untuk Inggris terhadap keanggotaannya di Uni Eropa. Dua faktor ini menguntungkan emas,” ujar Analis Danske Bank

Kekhawatiran terhadap referendum Inggris telah menekan bursa saham global. Di awal pekan ini bursa saham Asia dan Eropa tergelincir. Dolar AS pun sempat turun terhadap euro.

Pada pekan ini juga sejumlah bank sentral akan melakukan pertemuan antara lain bank sentral AS/the Fed, Bank of England, Swiss National Bank, dan Bank of Japan.

Pelaku pasar mengharapkan bank sentral tersebut tetap mempertahankan kebijakannya mengingat prospek ekonomi global dan dampak kemungkinan Brexit.

“Referendum Inggris terhadap keanggotaan Uni Eropa akan berdampak ke sejumlah aset investasi, tetapi emas, menjadi salah satu barometer dari kondisi ekonomi dan keuangan menjadi aset yang menunjukkan kenaikan tertinggi terhadap sejumlah kemungkinan. Harga emas telah berfluktuasi di tengah polling pendapatan Brexit, dan juga pergerakan dolar AS,” tulis riset Citi.

Di sesi Asia emas kembali bergerak naik  ketika dolar terus mendapatkan tekanan.

Emas memperpanjang keuntungan dengan bergerak ke atas pada sesi sebelumnya dengan membangun harga tiga minggu tertinggi baru

Logam emas sedang didukung oleh pola risiko yang berkembang, ketika risiko pertumbuhan ekonomi dan meredupnya harapan bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada musim panas ini.

Risk aversion sedang tercermin oleh permintaan kuat dari obligasi global, dan telah mendorong imbal hasil bagi ke rekor terendah dalam beberapa kasus.

Imbal hasil bagi bunds dengan tenor sepuluh tahun dan JGB dengan tenor 10 tahun telah mencapai rekor terendah.

Pembicaraan tentang menggelembungnya obligasi korporasi sebanyak satu triliun dollar  dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian para pelaku pasar, ketika tak ada seorang pun yang berbicara tentang gelembung obligasi negara.

Ini akan menjadi hal yang menarik.

Emas di sisi lain tidak memberikan hasil kepada investor. Tetapi Emas tidak memiliki risiko kredit, tidak ada risiko mata uang, tidak ada risiko jatuh tempo.

Perlindungan yang diberikan oleh emas fisik akan semakin terlihat nyata ketika pasar obligasi mulai tertekan.

Jika produk safe haven selain emas tidak memberikan kepastian perlindungan maka permintaan untuk logam emas akan menjadi pilihan terbaik.

Komentar