Di awal Pekan, Emas Diposisi Menunggu

Penulis: Darmansyah

Selasa, 31 Juli 2018 | 09:10 WIB

Dibaca: 1 kali

Memasuki ujung pecan di bulan Juli harga emas global di Merchantil Exchange Comex Ney York berada pada posisi stabil bersamaan dengan berlangsungnya pertemuan The Fed.

Hasil pertemuan The Fed akan menjadi petunjuk arah masa depan suku bunga AS dan dolar, faktor penentu pergeraka harga logam mulia.

Seperti ditulis laman keuangan dan ekonomi “Bloomberg” pagi Selasa WIB,  harga emas di pasar spot stabil  per ounce.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun sangat tipis, nol koma satu  persen per ounce.

Penguatan dolar AS membuat emas yang dijual dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya sehingga bisa menekan permintaan emas.

Penguatan dolar AS sejak pertengahan April telah menyebabkan menekan harga emas sekitar sepuluh persen di pasar spot.

Pada pekan lalu, Amerika Serikat memberi isyarat akan melakukan pembicaraan dengan Kanada dan Meksiko setelah setuju untuk menangguhkan penerapan tarif dagang dengan Eropa.

Bank of Japan mengakhiri pertemuan kebijakan moneter dua hari pada Selasa, sementara Bank of England diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada hari Kamis.

Pertemuan The Fed yang dimulai pada Selasa, diperkirakan akan menjaga suku bunga acuan tetap stabil, setelah naik di bulan Juni.

Investor akan mencari petunjuk ke waktu kenaikan berikutnya. Ekspektasinya akan ada kenaikan suku bunga kedua tahun ini dan ketiga pada tahun depan.

Pekan lalu harga emas sempat terhenyak dani memudar bersamaan dengan perkasanya dollar dalam perdagangan di berbagai bursa.

“Harga emas melemah di bawah tekanan penguatan dolar   dan merespon meredanya ketegangan perdagangan, setelah Amerika Serikat setuju untuk menahan diri dari rencana mengenakan tarif impor pada mobil produksi Uni Eropa,” tulis laman ekonomi dan keuangan “blommberg” Jumat pagi WIB.

Kedua pihak juga akan memulai pembicaraan untuk memotong hambatan perdagangan lainnya.

Kedua pimpinan negara mengumumkan pada hari Rabu setelah menggelar pertemuan di Gedung Putih.

Ditulis “blomberg”  harga emas di pasar spot emas tergelincir hapir setengah persen atau persisnya nol koma empat persen per ounce, setelah naik nol koma enam persen sehari sebelumnya

Di awal sesi, harga logam ini mencapai harga tertingginya  dalam lebih dari seminggu.

Adapun harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga turun nol koma persen  per ounce.

Emas memang selalu mengalah dari aset lain seperti saham ketika kekhawatiran tentang kondisi keuangan dan politik global memudar.

“Kenaikan ini sebagian berkaitan dengan berita bahwa Trump dan Uni Eropa menyerukan gencatan senjata pada perang dagang dan penghentian kenaikan tarif,” kata Analis Logam Mulia Natixis, Bernard Dahdah.

Namun dia mengatakan, penurunan harga emas sejak April menjadi permasalahan yang lebih besar daripada terkait perdamaian Uni Eropa-AS saat ini.

Emas saat ini diperdagangkan sekitar sepuluh persen lebih tinggi dari April karena tekanan dari dolar yang lebih kuat, yang telah meningkat sekitar lima persen pada waktu itu.

Mata uang AS ini telah naik nol komadua2 persen pada hari Kamis.

Sementara itu, indeks ekuitas dunia MSCI naik ke posisi tertinggi sejak Maret, menandakan permintaan investor untuk aset berisiko tinggi.

“Pemulihan euro terhadap greenback juga gagal mengangkat bullion, membenarkan bahwa ada sedikit minat investor untuk logam mulia saat ini,” kata Kepala Analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa menegaskan kembali bahwa mereka akan mengakhiri program stimulusnya tahun ini, seraya mengatakan risiko dari konflik perdagangan global yang tidak dapat diprediksi tidak menjamin pembatalan apapun dari rencananya.

Investor juga tengah mengawasi data pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal kedua, yang diharapkan pada hari Jumat.

Komentar