Pekan Menggembirakan Bagi Harga Emas

Penulis: Darmansyah

Jumat, 30 November 2018 | 08:41 WIB

Dibaca: 1 kali

Akhir pekan yang menggembirakan bagi  harga emas.

Ya, harga emas diakhir  pekan bulan November ini mengalami kenaikan setelah pernyataan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat  atau the Federal Reserve  yang  mendorong persepsi mereka akan memperlambat kebijakan kenaikan suku bunga pada tahun depan.

Seperti ditulis laman keuangan terkenal “blomberg,” Jumat pagi WIB, harga emas di pasar spot naik nol koma tiga persen  per ounce  di Merchantil Exchange  New York.

Sedangkan harga emas berjangka berada di posisi  stabil.

“Petunjuk dari the Fed bahwa mereka lebih dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga saat sangat mengejutkan pasar. Kami melihat kenaikan harga emas yang bagus mendekati level tertinggi,” kata analis Mitsubishi Jonathan Butler.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan imbal hasil obligasi dan cenderung membuat harga emas kurang menarik. Dengan adanya perlambatan kenaikan suku bunga maka menjadi kabar gembira bagi emas.

Harga emas sempat melonjak sebanyak 1 persen usai Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell berpidato pada Rabu kemarin. Harga emas pulih dari level terendah dalam dua minggu

Harga emas direvitalisasi oleh pidato Powell dan nada dovishnya, Kami melihat sinyal positif pertama jika emas melampaui USD 1,235,” kata kepala analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa.

Penurunan harga minyak sebesar tujuh persen yang terjadi pekan lalu memberikan bayangan hitam kepada seluruh komoditas termasuk instrumen safe haven seperti emas.

Para analis mencatat minyak meruupakan komponen yang signifikan di banyak indeks dan sulit bagi emas untuk melawan tren pelemahan.

Harga emas mengakhiri pekan lalu dengan kenaikan kecil dan secara teknikal tidak dapat menembus di atas resistennya per ounce.

Harga emas berjangka Desember diperdagangkan di angka yang  hampir tidak ada perubahan.

Mengutip Kitco,, kepala riset komoditas Commerzbank Eugen Weinberg mengatakan, pelemahan harga minyak menekan sentimen investor di seluruh pasar komoditas.

Namun tidak hanya itu, harga minyak yang rendah juga menyeret pelemahan harga emas karena akan mempengaruhi ekspektasi angka inflasi.

kepala Peneliti London Capital Group Jasper Lawler setuju bahwa akan sulit bagi emas untuk reli dengan adanya pelemahan harga minyak. Namun ketidakpastian ekonomi global menjadi lingkungan yang menarik bagi aset safe haven.

“Emas memiliki sentimen sendiri. Namun tetap sulit bersinar ketika seluruh komoditas mengalami tekanan,” kata dia.

“Saya pikir harga emas akan terkonsolidasi di kisaran USD 1.240 per ounce untuk sementara waktu tetapi pada minggu ini mulai terlihat tekanan beli,” tambah dia.

Menariknya, Lawler tetap yakin harga emas tidak akan mengalami tekanan yang dalam hingga jatuh sampai di bawah USD 1.200 per ounce meskipun harga minyak terus mengalami tekanan.

Komentar