Ketika Harga Emas Tak Membahagiakan

Penulis: Darmansyah

Jumat, 17 Oktober 2014 | 10:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas hingga penutupan perdagangan di akhir pekan ini, Jumat, 17 Oktober 2014, ternyata tidak membahagiakan karena tidak bergerak dari harga sehari sebelumnya Rp 529.000 per gram, seperti yang dijual oleh Logam Mulia, perusahaan milik PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam.

Sehari sebelumnya, Kamis, 16 Oktober, harga emas batangan Antam dijual Rp 529.000 untuk ukuran per gram, atau naik Rp 4.000 dibanding harga pada perdagangan sebelumnya, Rabu 15 Oktober 2014.

Hari ini, harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk tidak bergerak dan harga pembelian kembali atau “buyback” pun ikut stagnan.

Seperti dikutip “nuga” dari situs resmi Logam Mulia Antam, Jumat pagi, harga emas Antam tercatat Rp 529.000 per gram. Tidak berubah dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.

Sementara harga buyback emas Logam Mulia Antam juga tetap di posisi Rp 476.000 per gram.

Dengan tidak bergeraknya harga emas itu, makan emas ukuran 5 gram masih dengan harga Rp 2.500.000, ukuran 10 gram Rp 4.950.000, ukuran 25 gram Rp 12.300.000, ukuran 50 gram Rp 24.550.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp 49.050.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp 122.500.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp 244.800.000.

Di pasar global, harga emas terus menggeliat selama empat hari terakhir, terutama yang diperdagangkan Comex di New York. Hari ini, seperti di kutip “nuga” dari “reuter” harga emas dunia mulai menunjuk gairah baru bersamaan dengan jatuhnya harga minya ke titik terendah sejak tiga tahun lalu.

Di sesi perdagangan ketiga, hari ini, Kamis pagi WIB, 16 Oktober 2014, harga emas berjangka memperpanjang kenaikan pada penutupan perdagangan Rabu di Bursa New York, Amerika Serikat. Kondisi ini dipengaruhi pasar saham yang terpukul setelah rilis data ekonomi dinilai mengecewakan, sehingga membuat investor beralih ke pasar logam mulia.

Seperti diberitakan Marketwatch, Jumat 17 Oktober 2014, harga kontrak emas untuk pengiriman Desember naik US$10,50 (0,9 persen) ke level US$1.244,80 per ounce.

Survei manufaktur Empire State turun tajam ke skor 6,2 pada bulan Oktober, padahal para ekonom sebelumnya memperkirakan skor 21.0. Penjualan ritel pada bulan September jatuh 0,3 persen dan harga produsen turun 0,1 persen, tidak sesuai proyeksi sebelumnya untuk kenaikan 0,1 persen.

Pada perdagangan Selasa, emas reli untuk sesi kedua berkat investor mencari perlindungan di pasar logam mulia, saat sentimen negatif meningkat terkait kecemasan atas pelambatan laju pertumbuhan ekonomi global.

Komentar