Harga Emas Dunia di Comex Terus Menguat

Penulis: Darmansyah

Jumat, 15 Februari 2019 | 08:56 WIB

Dibaca: 0 kali

Hri ini, Jumat, 15 Februari, harga kembali menguat  karena  dipicu melemahnya Dolar Amerika Serikat  seiring pelemahan data ekonomi Amerika Serikat

Kenaikan harga emas ini juga  didukung harapan Federal Reserve akan tetap pada sikap dovish terkait kebijakan moneternya.

Seperti ditulis laman keuangan “bloomberg,” Jumat pagi WIB, harga emas di pasar spot naik setengah persen per ons.

Sementara harga emas berjangka AS turun tipis, nol koma satu per ons.

Indeks dolar jatuh ke level terendah sesi, terbebani serangkaian data AS yang mengecewakan. Tercatat penjualan ritel mengalami penurunan terbesar dalam sembilan tahun pada bulan Desember dan klaim pengangguran mingguan mencatat kenaikan.

Dolar tergelincir setelah data, yang menambah kekhawatiran perlambatan ekonomi, membantu emas batangan melepaskan hambatan terbatas dari awal sesi dan menjadi positif.

Data sedikit lebih lemah. “Banyak orang berpikir bahwa The Fed memberi lebih banyak amunisi untuk tidak menaikkan suku bunga sehingga bullish untuk emas,” kata Michael Matousek, Kepala Pedagang Global Investors AS.

“Kami melihat banyak pedagang masuk pada level ini untuk mengantisipasi kenaikan harga selanjutnya,” tambah dia

Harga emas telah meningkat lebih dari dua belas persen sejak menyentuh posisi terendah lebih dari  satu hingga satu setengah  tahun pada pertengahan Agustus. Sebagian besar disebabkan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas tanpa bunga dan membebani dolar.

Sementara itu, investor terus mengawasi berita seputar sengketa perdagangan AS-China di tengah optimisme. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa pembicaraan “berjalan sangat baik”.

Investor juga mencermati kebuntuan di Washington mengenai pendanaan untuk pembangunan dinding perbatasan dengan Meksiko, dengan Kongres AS berusaha untuk menghindari penutupan sebagian pemerintah.

“Kami tidak akan memiliki pergerakan besar dalam emas sampai kami menemukan apa yang terjadi dengan potensi penutupan di AS dan juga pertemuan dengan China,” kata Afshin Nabavi, Wakil Presiden Senior MKS SA.

Sehari sebelumnya,  harga emas juga menanjak  bersamaan dengan tertekannya dollar,

Emas   bersinar dalam dua sesi  berturut-turut. di Comex Merchantil Exchange, New York.

Walau pun kenaikan  menjadi terbatas seiring pelaku pasar juga mencermati pergerakan indeks dolar Amerika Serikat

Selain itu, perkembangan terbaru negosiasi perdagangan AS-China. Investor juga fokus melihat upaya pemerintah AS untuk menghindari sebagian penutupan pemerintahan AS.

“Hal berisiko yang melanda pasar global dan dolar AS yang stabil adalah berita buruk bagi emas yang cenderung bersinar di tengah ketidakpastian,” ujar Analis FXTM, Lukman Otunuga, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis

Ia menambahkan, pergerakan harga emas tidak perlu dikhawatirkan karena jangka panjang mengingat kondisi pasar yang tidak menguntungkan. Selain itu, risiko geopolitik yang juga masih membayangi.

“Dengan kekhawatiran melambatnya pertumbuhan global di benak banyak investor, drama Brexit, kekhawatiran perlambatan China dan banyak sentimen lainnya, emas naik dengan aman,” ia menambahkan.

Harga emas untuk pengiriman April naik tipis kurang dari nol koma satu persen per ounce.

Indeks dolar AS naik terhadap enam mata uang utama lainnya.

Harga emas telah naik hampir tiga persen sejak akhir tahun lalu. Ini berdasarkan kontrak paling aktif seiring negosiasi perdagangan yang tidak mudah.

Selain itu juga dipengaruhi sentimen pertumbuhan ekonomi global yang melambat, dan kenaikan suku bunga bank sentral AS atau the Federal Reserve. Investor pun mencari aset alokasi investasi yang aman.

Di sisi lain, sinyal inflasi yang moderat dan masalah global pun mempengaruhi perubahan the Federal Reserve terkait kebijakan moneternya.

Presiden the Federal Reserve Philadelphia Patrick Harker menuturkan, prospek ekonomi menunjukkan bank sentral dapat terus menaikkan suku bunga lebih tinggi pada 2019.

Hal ini juga seiring prediksi Presiden the Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic. The Federal Reserve hanya akan menaikkan suku bunga sekali pada tahun ini

Komentar