Emas Kembali ke Trek Harga Tertingginya

Penulis: Darmansyah

Jumat, 8 Februari 2019 | 09:14 WIB

Dibaca: 1 kali

Sehari setelah ambruk, hari ini, Jumat, 08 Februari, harga emas di Comex kembali  bersinar bersamaan dengan munculnya kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global.

“Harga emas naik tipis,” tulis laman keuangan “bloomberg,” Jumat pagi WIB.

Pada perdagangan Kamis karena dibantu oleh kekhawatiran atas sengketan perdagangan AS-CHina dan dampak potensial terhadap pertumbuhan global. harga emas naik

Harga emas di pasar spot naik 0,33 persennol koma tiga puluh tiga persen per ons  setelah menyentuh level terendah sejak akhir Januari

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS turun.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping kemungkinana tidak akan bertemu sebelum  awal Maret yang merupakan batas waktu yang ditetapkan kedua negara untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

“Ketidakpastian atas hubungan perdagangan AS dan potensi penutupan pemerintah AS lainnya terus menopang minat terhadap emas sehingga mendorong harga emas,” kata MKS PAMP Group dalam sebuah catatan.

“Masih ada banyak ketidakpastian di pasar dan itu menjaga harga emas di atas harga tertingginya,” kata Miguel Perez-Santalla, vice president of Heraeus Metal Management, New York, AS.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas berjangka melemah untuk sesi keempat berturut-turut pada Rabu waktu setempat.

Namun, pasar terus berharap kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global dapat menjaga harga emas.

Harga emas untuk pengiriman April di divisi Comex susut. Sebelumnya harga emas sudah melemah dalam tiga sesi terakhir. Harga tersebut ditetapkan dalam titik terendah pada pekan ini.

“Sementara logam mulia terlihat memperpanjang kerugian dalam waktu dekat. Penguatan harga masih tetap memegang kendali dalam jangka menengah hingga panjang,” ujar Analis FXTM, Lukman Otunuga, seperti dikutip dari laman Marketwatch,

“Selama kekhawatiran pertumbuhan global membebani sentimen pasar dan harapan meningkat atas the Federal Reserves mengambil jeda untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini, emas akan terus bersinar,” ia menambahkan.

Otunuga menuturkan, melihat secara teknikal, harga emas berpotensi naik  dan terbukti menjadi level yang dapat diandalkan.

Kemarin, harga emas global  di Comex  sempat  ambruk untuk  empat sesi berturut-turut . Namun, pasar terus berharap kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global dapat menjaga harga emas.

Harga emas untuk pengiriman April di divisi Comex susut nol koma empat persen  per ounce.

Sebelumnya harga emas sudah melemah dalam tiga sesi terakhir. Harga tersebut ditetapkan dalam titik terendah pada pekan ini.

Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Maret  ambruk lebih hebat, tiga belas koma lima  sen atau hampir satu persen  per ounce.

“Sementara logam mulia terlihat memperpanjang kerugian dalam waktu dekat. Penguatan harga masih tetap memegang kendali dalam jangka menengah hingga panjang,” ujar Analis FXTM, Lukman Otunuga, seperti dikutip dari laman Marketwatch

“Selama kekhawatiran pertumbuhan global membebani sentimen pasar dan harapan meningkat atas the Federal Reserves mengambil jeda untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini, emas akan terus bersinar,” ia menambahkan.

Otunuga menuturkan, melihat secara teknikal, harga emas berpotensi naik

“Menerobos di bawah  kemungkinan akan mengundang penurunan kembali ke level psikologis,” ujar dia.

Pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump gagal menawarkan pembaharuan mengenai perkembangan pembicaraan perdagangan antara AS-China. Perang dagang kadang mendukung pergerakan harga emas.

Analis Kitco, Jim Wyckoff menuturkan, banyak pengamat berpikir  Donald Trump akan menyebutkan secara spesifik tentang kemajuan pembicaraan perdagangan AS-China, tetapi tidak ada.

“Namun, pembicaraan perdagangan tampaknya membuat kemajuan, menjelang batas waktu awal Maret untuk capai kesepakatan,” ujar dia.

Kemarin, harga emas bergerak sedikit lebih tinggi didukung ketidakpastian seputar hubungan perdagangan AS-China menjelang pidato  Donald Trump di depan Kongres.

Sementara penguatan dolar AS dan meningkatnya pasar saham global membatasi kenaikan.

Seperti ditulis laman keuangan “blommberg,”  harga emas di pasar spot naik nol koma dua  persen  per ons, setelah mencapai titik terlemah sejak akhir Januari

Adapun emas berjangka AS menetap tidak berubah

“Kami memiliki State of the Union dan kami masih menunggu lebih banyak data tentang pembicaraan perdagangan,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures.

Dia mengatakan, masih ada kekhawatiran politik yang mungkin menambah dukungan untuk emas, bersama dengan kebijakan Federal Reserve AS yang dovish.

Harga emas naik ke level tertinggi sejak akhir April  tahun lalu pada pekan lalu.

Ini setelah Bank Sentral AS mempertahankan suku bunga stabil dan mengatakan akan bersabar untuk menaikkan suku bunga di tengah prospek ekonomi yang mendung karena kekhawatiran pertumbuhan global dan sengketa perdagangan AS-China.

Data pekerjaan AS yang solid telah menghilangkan kekhawatiran tentang perlambatan langsung dalam ekonomi AS.

“Bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga AS sedikit lebih jauh jika ekonomi berjalan baik,” kata Presiden Fed Cleveland Loretta Mester.

Komentar