Tren Harga Emas Dunia Kembali Membaik

Penulis: Darmansyah

Kamis, 8 November 2018 | 09:16 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas di pasar global, haroi ini, Kamis, 08 November, menguat bersamaan dengan selesainya pemilihan umum senat danm kongres di Amerika Serikat.

“Harga emas membukukan kenaikan usai empat sesi didukung melemahnya dolar Amerika Serikat  di tengah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat, ” tulis media keuangan terkenal “bloomberg,” Kamis pagi WIB (AS).

“Saya melihat hasil (pemilu paruh waktu-red) mendukung dolar AS lebih rendah dan harga emas tinggi karena satu-satunya yang keluar dari kongres yang macet adalah pengeluaran lebih tinggi,” ujar Editor Gold Newsletter, Brien Lundin, seperti jga ditulis Marketwatch).

Ia menambahkan, pengeluaran lebih besar dorong defisit lebih tinggi dan beban utang federal lebih besar. “Dengan kenaikan suku bunga, biaya pembayaran utang akan mencapai tingkat yang tidak terkendali tanpa depresiasi dolar AS yang signifikan,” ujar dia.

Harga emas pun menguat  nol koma dua persen per ounce di Comex.

Kenaikan tersebut menghapus sebagian dari pelemahan setengah persen pada Selasa.

“Kami tidak akan mengharapkan dampak dari hasil pemilihan terhadap gerak harga emas bila melihat secara historis. Itu tidak memberikan lindung nilai yang baik terhadap risiko politik kecuali konsekuensi yang lebih luas untuk ekonomi dan pasar keuangan yang muncul,” kata Analis Julius Baer, Carsten Menke.

Dari hasil pemilu paruh waktu AS, partai Demokrat mengambil kendali DPR dan partai Republik memperluas kekuatan di senat. Hal itu mendorong imbal hasil surat berharga melemah dan diikuti dolar AS.

Kongres yang terbagi juga dilihat sebagai kemungkinan Presiden AS Donald Trump akan dapat mengejar pemotongan pajak lebih lanjut sehingga kurangi kekhawatiran defisit.

Pelemahan dolar AS pun dipandang sebagai manfaat untuk emas karena membuat komoditas tersebut lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.

Menke menuturkan, emas reli dua puluh  persen pada pemilihan paruh waktu pada delapan tahun silam

Langkah tersebut didorong dolar AS lebih lemah dan pelonggaran kuantatif untuk the Federal Reserve.

Saat ini kebijakan the Federal Reserve cenderung memperketat dengan menaikkan suku bunga. Indeks dolar AS pun melemah nol koma tiga persen.

Sedangkan sepanjang tahun berjalan  naik lebih dari empat persen. Menke menambahkan, pergerakan harga emas pada fase awal ini sedang dalam pemulihan jangka panjang.

“Fase kedua harus dimulai tahun depan. Kami mengharapkan dolar AS untuk melemah, diikuti fase ketiga pengembalian permintaan safe haven setelah pertumbuhan dna kekhawatiran inflasi merambat ke pasar keuangan pada awal dekade berikutnya,” kata dia.

Selan itu, menurut Chief Investment Office AS Global Investor, Frank Holmes, perayaan Diwali di India juga mendukung pergerakan harga emas.

“Diwali juga menguntungkan untuk membeli koin emas dan perhiasan sebagai hadiah untuk orang yang dicintai. Pada masa lalu permintaan meningkat cukup mendorong harga emas menguat,” kata Holmes.

Ia mengatakan, permintaan koin dan perhiasan melemah jelang festival musim gugur lantaran pelemahan rupee terhadap dolar AS. Ini membuat, logam mulia itu kurang terjangkau kepada beberapa pembeli.

Meski demikian, Holmes menuturkan, ekonomi India mencatatkan laju tercepat di dunia dapat mendukung permintaan emas dalam jangka panjang.

Sehari sebelumnya harga emas juga mengalami kenaikan tipis.

Seperti ditulis laman ekonomi dan keuangan “blommberg,” pagi ini WIB, harga emas di pasar spot naik nol koma tiga persen untuk tiap ounce-nya.

Sementara harga emas berjangka AS juga naiknol koma empat persen per ounce.

“Skenario yang paling tinggi saat ini adalah Partai Republik bisa mempertahankan House of Representatives dan Senat . Ini bisa menjadi negatif untuk emas,” kata Hussein Sayed, kepala analis FXTM.

Sedangkan untuk skenario sebalikya bisa mengirim pasar ekuitas jauh lebih rendah sehingga meningkatkan harga emas. “Ketidakpastian seperti itu membuat emas tetap stabil saat ini. ” tambah Hussein.

Jajak pendapat dan prediksi menghasilkan Partai Demokrat akan bisa mengamankan dua puluh tiga kursi minimum yang mereka butuhkan untuk merebut mayoritas di Dewan Perwakilan AS.

Dengan langkah ini maka Partai republik akan memungkinkan untuk menghalangi agenda legislatif Presiden Donald Trump dan menyelidiki pemerintahannya.

Investor juga menunggu pertemuan dua hari Federal Reserve mulai Rabu untuk mengukur prospek kebijakan moneter AS.

Suku bunga AS yang lebih tinggi cenderung mendorong penguatan dolar AS dan membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga emas juga turun karena investor mengambil beberapa keuntungan menyusul reli baru-baru ini, tetapi logam diperdagangkan dalam kisaran sempit menjelang pemilihan kongres Amerika Serikat (AS).

“Pasar hanya tenang menjelang pemilihan jangka menengah dan orang-orang menunggu untuk melihat bagaimana hal itu akan terjadi setelah besok,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Investor mengawasi hasil pemilihan paruh waktu AS yang dapat memicu minat emas sebagai lindung nilai terhadap risiko jika hasilnya memicu volatilitas di pasar keuangan yang lebih luas.

Jajak pendapat menunjukkan peluang kuat bahwa Partai Demokrat dapat memenangkan kendali di DPR pada pemilihan paruh waktu 6 November.

Pedagang emas juga menunggu pertemuan Bank Sentral AS atau Federal Reserve (the Fed) minggu ini untuk mengukur prospek kebijakan moneter AS.

“Tidak ada yang mengharapkan the Fed menaikkan suku bunga minggu ini. Kemungkinan besar akan terjadi bulan depan. Emas akan mengalami kesulitan untuk menggalang pertemuan Fed berikutnya pada Desember,” kata Haberkorn.

“Jika pidato the Fed (minggu ini) sama hawkish seperti sebelumnya maka mengapa harus panjang dan melawannya.

Komentar