Harga Emas Global Kini Diposisi Terbaiknya

Penulis: Darmansyah

Senin, 8 Oktober 2018 | 09:12 WIB

Dibaca: 1 kali

Harga emas berjangka membukukan keuntungan pertama dalam tiga sesi saat meyambut awal pekan. Hal ini dipengaruhi rilis data ekonomi Amerika Serikat  terutama sektor tenaga kerja.

Perekonomian menciptakan seratus tiga puluh empat ribu pekerjaan baru pada September. Ekonom yang disurvei Marketwatch mengharapkan kenaikan seratus enam puluh delapan ribu pekerjaan.

Namun, revisi yang kuat dan pekerjaan yang dibuat pada bulan-bulan sebelumnya cukup untuk mendorong tingkat pengangguran AS turun ke tiga koma tujuh persen, yang merupakan

“Data ini menjadi momen penting untuk pasar. Angka pendapatan rata-rata per jam tidak terlalu mengecewakan dan terlepas dari gaji non sektor pertaniaan. Ini sama sekali bunga sinyal ekonomi juga,” ujar Ekonom Oanda Stephen Innes untuk Asia-Pasifik seperti dikutip dari laman Marketwatch.

Melihat kondisi itu, harga emas naik empat dollar AS atau  nol komatiga persen ke per ounce. Harga emas lebih tinggi nol koma delapan persen pada pekan ini yang berdasarkan kontrak paling aktif.

Harga perak naik lima koma Sembilan  sen atau nol koma empat. Harga perak alami pelemahan .

Pergerakan harga logam mulia juga dipengaruhi indeks dolar AS yang turun tipis

“Tidak mungkin dolar AS akan mendapatkan momentum signifikan karena pedagang akan lebih cenderung mengambil keuntungan dari dolar AS,” ujar Innes.

“Saya fokus pada minggu depan ketika China kembali terutama eskalasi kebijakan perdagangan China-AS. Perang dagang mungkin mengubah permainan lebih signifikan untuk pasar mata uang dari pada hasil gaji non sektor pertanian,” tambah Innes.

Data pekerjaan juga menunjukkan kenaikan gaji selama dua belas bulan yang melambat. Diperkirakan kenaikan gaji mencapai tiga persen di tengah meningkatnya persaingan dan semakin menyusutnya jumlah pekerja yang tersedia.

Gaji lebih tinggi dikaitkan dengan meningkatnya inflasi dan umumnya dilihat investor sebagai tanda tekanan harga ke atas.

“Penurunan tingkat pengangguran menjadi tiga koma dua persen dan kenaikan pertumbuha upah akan membuat the Federal Reserve menekan denga kenaikan suku bunga,” kata Ekonom Wells Fargo Securities, Sarah House.

Logam mulia biasanya digunakan untuk safa haven oleh investor rentan tertekan di tengah kenaikan suku bunga.

Kondisi itu juga mengangkat dolar AS. The Federal Reserve telah menaikkan bunga acuan tiga kali pada tahun ini

Diperkirakan kenaikan suku bunga acuan naik lagi pada Desember mendatang. Hal itu dapat dorong imbal hasil surat berharga AS lebih tinggi.

“Emas memiliki hubungan aneh dengan risiko pada saat ini investor lebih pilih obligasi dan dolar AS karena hasil yang jauh lebih menarik untuk ditawarkan. Selama dolar AS tetap kuat, saya pikir selera untuk emas akan tetap terbatas dan pedagang dapat  melihat reli sebagai peluang untuk menjual,” tutur Analis Oanda Craig Erlam.

Kondisi harga emas ini juga dipicu oleh  outlook ekonomi AS

“Perekonomian AS masih berada di tempat yang sangat baik. Harapan kenaikan suku bunga tahun depan masih ada,” kata Nicholas Cawley, Analis di DailyFX.com.

“Semakin tinggi harga, semakin menarik bagi investor yang mencari safe haven untuk pindah ke obligasi daripada emas,” dia menambahkan.

Sekitar setengah dari pembuat kebijakan The Fed, termasuk Ketua The Fed Jerome Powell, menunjukkan pandangan yang semakin terpadu bahwa ekonomi AS membaik.

Suku bunga AS yang lebih tinggi menarik investor ke dolar, meningkatkan nilainya dan pada gilirannya membuat harga aset lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Dolar AS bertahan mendekati level tertinggi baru-baru ini terhadap euro dan yen, karena investor mengevaluasi dampak dari kekalahan obligasi pemerintah yang telah mengangkat patokan hasil obligasi ke puncak tertinggi dalam tujuh tahun.

Analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff mengatakan beberapa investor telah beralih ke emas sebagai lindung nilai terhadap risiko inflasi.

Harga emas telah jatuh sekitar dua belas persen sejak mencapai puncaknya pada bulan April, di bawah tekanan penguatan dolar, yang telah didorong kondisi ekonomi AS yang dinamis, meningkatnya suku bunga dan kekhawatiran perang perdagangan global.

“Penurunan di pasar saham telah membuat investor sedikit berhati-hati tentang pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di Amerika Serikat,” kata Jeffrey Christian, managing partner CPM Group.

Harga emas melemah usai cetak kenaikan level tertinggi dalam dua minggu. Harga emas tertekan didorong imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) dan dolar AS yang menguat.

Hal tersebut melemahkan permintaan logam. Ditambah sentimen kekhawatiran anggaran Italia juga mempengaruhi pasar global. Sentimen itu juga pengaruhi perdagangan emas kemarin.

“Harga emas tergelincir usai imbal hasil obligasi bertenor sepuluh tahun dan dolar AS yang menguat. Harga emas di atas USD 1.200 dan terlihat sebagai dasar,” ujar Michael Armbruster, Managing Partner Altavest, seperti dikutip dari laman Marketwatch

“Di luar Amerika Serikat, ada kasus kuat untuk memiliki emas jika berada di negara berkembang,” tambah dia.

Sementara itu, indeks dolar AS naik nol koma dua persen. Imbal hasil surat berharga AS bertenor sepuluh tahun, dan sentuh level tertinggi intraday.

Dolar AS menguat menekan harga emas. Demikian juga meningkatnya imbal hasil obligasi juga dapat menumpulkan kilau emas yang tidak menawarkan imbal hasil.

“Harga emas tentu mengejutkan pasar dengan melonjak selama sesi perdagangan Selasa di tengah ketidakpastian Italia,” ujar Analis FXTM, Lukman Otunaga.

Ia menambahkan, harga emas lebih tinggi terhadap dolar AS yang menguat, prospek harga emas dapat menguat dalam waktu dekat.

“Namun, dengan pendorong faktor fundamental sangat bebani harga emas. Prospek menengah hingga panjang tetap tertekan,” kata dia.

Otunuga menuturkan, harga emas tembus di atas level psikologis USD 1.200 dapat mendorong ke posisi USD 1.213. Suku bunga tetap menjadi pendorong utama harga emas.

Kenaikan suku bunga bank sentral AS dapat meningkatkan imbal hasil obligasi AS yang dapat kurangi daya tarik emas. Selain itu mendorong dolar AS menguat sehingga membuat emas menjadi lebih mahal.

Sementara itu, harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau disebut emas Antam naik Rp 5.000 menjadi Rp 671 ribu per gram

Pada perdagangan hari sebelumnya, harga emas Antam berada di posisi Rp 666 ribu per gram.

Pada akhir pekan ini tidak sebutkan harga buyback emas Antam. Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram

Komentar