Harga Emas Dunia Hari Ini Kembali Berkibar

Penulis: Darmansyah

Selasa, 18 September 2018 | 08:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas di Comex hari ini, Selasa, 18 September, kembali berkibar bersamaan dengan melemahnya dolar Amerika Serikat setelah dua sesi penurunan

Selain itu investor bersiap menghadapi memanasnya perang perdagangan AS-China, dengan membeli emas sebagai safe haven.

Seperti diitulis oleh laman keuangan terkenal “Bloomberg,”  Selasa pagi WIB, harga emas di pasar spot naik nol koma tujuh persen per ounce, setelah mencapai terendah lima  hari

Indeks dolar AS tergelincir terhadap sekeranjang mata uang utama dunia telah meningkatkan hargaemas, karena investor terus fokus mengamati dampak dari babak baru penerapan tarif impor AS terhadap barang-barang China, yang akan meningkatkan tensi perang dagang AS-China

“Sebagian besar (pergerakan emas) didorong oleh dolar hari ini. Ada sedikit kekhawatiran tentang China mendorong harga emas,”kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan tarif impor baru senilai dua ratus miliar  dollar terhadap barang-barang China pada awal pekan ini dan China mengatakan akan membalas kebijakan Trump tersebut.

“Pembicaraan lanjutan tentang perang dagang yang meningkat membuat para investor mengambil sikap menunggu dan melihat sebelum mengambil posisi besar,” kata Walter Pehowich, Executive Vice President of Investment Services di Dillon Gage Metals.

Harga emas telah menurun lebih dari dua belas persen dari April, terluka oleh meningkatnya ketegangan perdagangan global dan meningkatnya suku bunga AS.

Meskipun emas umumnya dianggap sebagai aset safe-haven, kerenggangan perdagangan selama beberapa bulan antara AS dan China telah mendorong sebagian besar investor untuk memilih dolar AS dengan keyakinan bahwa AS memiliki lebih sedikit kehilangan dari perselisihan tersebut.

Sementara itu, pekan lalu, harga emas global mengalami tekanan bersanmaan dengan penguatan dollar AS.

Sentimen yang mempengaruhi penguatan dolar AS adalah rencana Presiden AS Donald Trump untuk melanjutkan perang dagang dengan China.

Seperti diberitakan “Bloomberg,”  Sabtu,, Trump mengatakan kepada para pembantunya untuk mengenakan tarif sekitar USD dua ratus miliar kepada barang-barang dari China.

Bloomberg merupakan media yang pertama kali melaporkan rencana tersebut.

“Saya pikir itu yang mendorong harga emas menjadi lebih murah karena dolar AS terus menguat,” jelas Michael Matousek, Kepada Perdagangan U.S. Global Investors.

“Secara teori perusahaan akan menghasilkan lebih sedikit uang karena mereka akan mendapat pajak” tambah dia.

Harga emas di pasar spot turun setengah  persen  per ounce  siang waktu New York, setelah mencapai angka tertingginya sejak Agustus.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun nol koma enam persen  per ounce.

Ketegangan perdagangan antara AS dengan beberapa negara lain terutama dengan China yang berlangsung selama berbulan-bulan mendorong investor untuk memborong dolar AS.

Harga emas telah turun sekitar dua belas persen dari puncaknyapada bulan April di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global dan meningkatnya suku bunga AS.

Sehari sebelumnya, seperti  juga ditulis laman keuangan terkenal “Bloomberg,” harga emas berbalik naik ditopang pelemahan dolar Amerika Serika) terhadap sekeranjang mata uang utama karena Kanada mengisyaratkan siap untuk membuat konsesi ke AS untuk menyelesaikan sengketa atas pengerjaan ulang Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara

Harga emas pasar spot naik nol koma delapan persen per ounce, setelah mencapai titik terendah sejak akhir  Agustuslalu

Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik nol koma tujuh persen  per ounce.

ndeks dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama ketika berita muncul bahwa Kanada siap menawarkan akses terbatas Amerika Serikat ke pasar susu Kanada sebagai konsesi dalam negosiasi NAFTA.

Konflik perdagangan antara Washington dan Beijing sebelumnya telah mendorong investor untuk membeli dolar AS dengan keyakinan bahwa Amerika Serikat bakal menelan kerugian lebih sedikit dari perselisihan tersebut.

Emas telah kehilangan dolar AD dalam pertempuran untuk arus safe haven. Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Indeks dolar menyentuh angka  tertingginya  tiga minggu  lalu.

Selain itu, aksi jual yuan China membuat logam lebih mahal bagi pembeli dari konsumen logam terbesar di dunia.

Tapi pelemahan dolar AS pada hari Rabu membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, bank sentral AS secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan September dan ekspektasi berkembang untuk satu kenaikan lagi pada bulan Desember jika melihat data ekonomi positif.

Kenaikan suku bunga AS akan meningkatkan imbal hasil obligasi, membuat emas kurang menarik, dan cenderung meningkatkan dolar AS sehingga akan membuat permintaan berkurang karena emas jadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.

Pertemuan bank sentral di Turki dan Rusia minggu ini juga masuk radar investor, dengan fokus pasar tertentu pada apakah Ankara akan melangkah untuk melawan inflasi dan mata uang yang terdepresiasi, kata analis Commerzbank Daniel Briesemann.

Emas telah jatuh lebih murahri sepuluh persen dari puncaknya pada bulan April, di bawah tekanan kenaikan suku bunga AS di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global.

Komentar