Samosir, Suasana Batak Yang Adem

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 7 September 2013 | 11:02 WIB

Dibaca: 2 kali

Sebuah pasar tradisionil di Samsoir

Melelahkan. Jelajah Sepada Kompas-PGN, kamerin menutup perjalanannya melintasa Sabang dan Aceh bagian barat–selatan. Mereka menyudahi “takziahnya di gerbang di perbatasan antara Kota Subulussalam, Aceh Selatan dan Kabupaten Pak Pak Barat, Sumatera Utara pukul 09.30.

Mereka tiba setelah gowes menanjak dan berkelok serta jurang menganga di kanan jalan serta dinding dan bukit di kirinya selama satu jam sejauh 19 kilometer dari arah Subulussalam.

Peserta dengan seragam warna hijau ini beristirahat sebentar dan berfoto-foto di bawah gapura perbatasan. Mereka juga berfoto bersama dengan jajaran Lalu Lintas Polda Aceh yang telah mengiringi perjalanan Jelajah-Sepeda selama di Negeri Serambi Mekah itu.

Banit Patroli Jalan Raya Satuan Lalu Lintas Polda Aceh, Fitra Mulia, mengaku senang dapat mengawal pesepeda melintasi Aceh. “Kami senang sekali dapat menemani teman-teman untuk kegiatan ini. Kalau bisa ke depannya nanti ngawal yang jauh sampai Sumatera Barat,” katanya.

Satuan Lalu Lintas Polda Aceh mengawal tim Jelajah Sepeda sejak Sabtu (31/8/2013) di Sabang hingga hari ini yang berakhir di Subulussalam. Peserta telah melewati lima etape.

“Kami juga salut sekali dengan teman-teman, bisa bersepeda dari Sabang sampai di sini perbatasan. Ini juga masukan yang bagus untuk warga Aceh bahwa bersepeda itu sehat dan ramah lingkungan,” lanjut Jefri.

Usai berpisah dengan kawalan dari Aceh peserta melanjutkan perjalanan menuju Samosir dengan cuaca hujan. Mereka menempuh jarak sepanjang 176 kilometer. Medan kali ini paling berat dibanding etape sebelumnya, dengan jalan agak sempit dan menanjak.

Etape Subulussalam-Samosir adalah bagian ketujuh dari Jelajah Sepeda Sabang-Padang bersama Kompas dan PGN.. Tak hanya jarak yang jauh, mereka juga akan menghadapi medan yang lebih berat dibanding enam etape sebelumnya.

“Ini jalur yang paling panjang dan paling berat dibanding etape sebelumnya,” kata Road captain Marta Mufreni.

Mereka akan melewati jalan yang terus menanjak dan mencapai ketinggian di atas 1000 meter dari permukaan laut (mdpl). Jalur yang dilalui di antaranya, Sidikalang, Tele, menuju Danau Toba, kemudian Tuk-tuk Samosir. Mereka diperkirakan tiba di Samosir pada malam hari.

“Saya belum pernah lewat rute ini. Itu jadi mengasyikkan,” ujar Cucu Eman Haryanto, peserta dari Cimahi.

Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti mengatakan, peserta akan menjajal jalan aspal yang mulus hingga perbatasan dengan Sumatera Utara. Jalur yang dilalui berliku dan terdapat jurang di sebelah kanannya. “Hati-hati nanti karena jalan berliku, jurang menantang di bawah,” katanya.

Subulussalam di Aceh Selatan ini merupakan kota yang baru dibentuk pada Januari 2007. Kota ini berada di antara perkebunan sawit dan hutan yang lebat.

Jelajah Sepeda yang diikuti 45 perserta dari seluruh Indonesia ini akan berakhir di Padang, Sumatera Barat pada 13 September 2013.

Komentar