Sail Sabang Yang Makin Mengglobal

Penulis: Darmansyah

Selasa, 18 April 2017 | 09:52 WIB

Dibaca: 2 kali

Sail Sabang merupakan pertaruhan baru pariwisata Aceh untuk mendekatkan diri ke persaingan destinasi global dan akan bisa mengunggulinya kalau ditangani dengan baik.

Kedatangan yacht dari berbagai komunitas dunia dipastikan pula mendorong semaraknya acara ini.

Kota Sabang memang telah ditunjuk  sebagai  tuan rumah Sail Indonesia tahun 2017 dengan tajuk Sail Sabang 2017.

Lantas mengapa Sabang?

Alasan utamanya, Sabang sudah menjadi salah satu ikon wisata bahari nasional yang berpotensi menjadi pintu masuk wisman ke tanah air dari ujung barat utara Indonesia.

Dadang Rizki Ratman, petinggi di pariwisata,  menjelaskan, bahwa pihaknya telah dan terus berkoordinasi dengan Pemkot Sabang untuk mengetahui perkembangan terkini terkait kesiapan pelaksanaan Sail Sabang

Aksesabilitas dan amenitas pendukung juga telah disiapkan seperti peningkatan pelayanan dermaga Ulee Lheue-Balohan dan Bandara Maimun Saleh.

Hal yang juga membutuhkan perhatian adalah penambahan frekuensi kapal penyeberangan dan penerbangan dari dan ke Kota Sabang.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan Pemkot Sabang. Bahkan BPKS sudah berkoordinasi dengan pelaku wisata di Langkawi dan Phuket.”

“ Kita berharap dari sana akan banyak wisatawan yang hadir. Kami juga sudah siapkan Yacht Rally. Setidaknya ada sebelas kapal Yacth Rally yang akan hadir,” ungkap Dadang.

Pelaksanaan Sail Sabang di Sabang diwacanakan akan digelar sejumlah atraksi, diantaranya Yacht Rally, Seminar dan Pameran Iptek memperingati dua puluh  tahun Jambore Iptek Sabang,

Kapal Pemuda Nusantara, Pekan Kebudayaan Aceh, Parade dan Karnaval Sail Sabang, Work Parachute Championship, International Aerobatic Show, kedatangan Cruise Ship International, dan International Diving Competition.

Ditempat terpisah, Tim Kementrian pariwisata pada pekan lalu) berada di Darwin Australia untuk mempromosikan sail Sabang

Tidak hanya mensosialisasikan, Tim Kemnpar juga bertemu dengan para yachter untuk bisa menikmati kekayaan bahari Indonesia di Sabang.

Selain itu dalam acara sosialisasi atau promosi di Darwin ini, telah dibahas revitalisasi jalur Darwin-Ambon International Yacht Race, yang sudah dimulai sejak empat puluh satu tahun  lalu.

Honorary Advisor Menpar Arief Yahya dan sekaligus Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Indonesia Kementerian Pariwisata Indroyono Susilo menjelaskan, bahwa program revitalisasi jalur Darwin-Ambon rencananya akan ditingkatkan menjadi Program Nasional

Sebagai tindak lanjut kegitan pelayaran internasional Sail Banda pada tujuh tahun lalu.

“Program dua Sail yang sekarang ditangani Kemenpar akan menjadi Program Tahunan yaitu Sail Banda  menjadi Darwin-Ambon International Yacht Race,” katanya.

Jalur Darwin-Ambon rencana akan dimulai kembali pada Juli ini, dimana jalur tersebut akan kembali melewati Laut Banda.

“Diharapkan Gubernur Maluku dan Walikota Ambon dapat menyambut kapal-kapal yacht ini. Serta Dinas pariwisata provinsi dan kota perlu ambil andil untukk memeriahkan event internasional ini, Pasca Sail Banda lebih lanjut dengan adanya even ini, akan lebih meneguhkan posisi kepulauan Indonesia sebagai ‘Surga Yacht Dunia’,” kata Indroyono.

Tidak hanya itu, Menpar Arief Yahya juga menjadikan Sail Karimata-Tanjung Pinang menjadi Kepri Gerbang Wisata Bahari Indonesia dan Kepri Marine Festival International Event.

“Banyak yang harus dibenahi di wisata bahari kita, potensi kita besar, performansinya masih belum sebanding dari potensinya,” ujar Menpar Arief.

“Perbaikan berbagai regulasi, infrastruktur di port dan marina, itu akan membuat daya saing kita akan lebih hebat,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menteri Arief Yahya juga menegaskan jika Kepri sebagai border area atau Daerah perbatasan  yang dekat dengan pasar Singapore.

Selain itu menetapkan Sail Karimata-Tanjung Pinang pada tahun 2016 yang menjadikanKepri sebagai gerbang wisata bahari Indonesia dan Kepri Marine Festival International Event.

Komentar