Reinkarnasi Mulus Jalan Kelok Sembilan

Penulis: Darmansyah

Senin, 28 Oktober 2013 | 15:24 WIB

Dibaca: 2 kali

Wou…! Jembatan Kelok Sembilan? Ya. Jembatan Kelok Sembilan yang berada diperut lembah Limopuluh Koto. Jembatan yang berkelok dalam sembilan belokan, yang dibangun sejak sepuluh tahun lalu, kini sudah rampung.

Jembatan ini merupakan pilihan pembangunan infrastruktur yang ruwet di sebuah lembah sepanjang hampit lima kilometer. Sebelumnya, banyak orang tak percaya lembah yang dipenuhi dengan “jin,” menurut kisah masyarakat sekitarnya, bisa dibangun sebuah jalan raya yang menghubungkan du provinsi di bagian tengah Sumatera.

Cobalah lewati darai arah Sumatera Barat. Ketika perjalanan “nyemplung” ke lembah di Limopuluh Koto itu, kita seperti memasuki sebuah jepitan dia gunung yang kemudian secara spiral mulai memutar, meenaik dan menaik, untuk lanjutannya kenderaan menyisir tebing gunung untuk keluar dari “sarang jin” itu.

Khusus untuk jalan di dasar lembah, pengerjaannya dilakukan dengan penggalian terowongan pembuang agar air, sebesar apa pun curah hujan tidak akan menyebabkan ia tergenang.

Jembatan dengan bentangan hampir satu kilometer, atau tepatnya, 943 meter, merupakan bagian dari jalan penghubung untuk memangkas pilihan jarak untuk menghubungkan Sumatera Barat dan Riau.

Jembatan Kelok Sembilan, yang dihubungkan dengan jalan raya untuk melintasi lembah dari ujung kiri dan ujung kanannya, sepanjang dua kilometre, atau persisnya 2.089 meter, dimaksudkan untuk memangkas jarak memutar agar waktu sampai antar dua provinsi itu lebih pendek.

Jembatan Kelok sembilan yang sudah dilaksanakan pembangunannya sejak tahun 2003 di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, kini, memang telah rampung dan siap diresmikan.

Bahkan ketika kami lewat, sebagai bagian dari pengenalan medan oleh Depertemen Pekerjaan Umum, jalan beserta jembatannya sudah dibuka untuk dipakai oleh angkutan umum. Ribuan kenderaan, hari itu melintas. Beriringan dan menimbulkan decak takjub, bahwa lembah yang dulunya hanya bisa dikhayalkan bisa dibangun jalan raya sudah terbentang mulus.

Jembatan yang memiliki panjang mencapai 943 meter dan jalan penghubung sepanjang 2.089 meter, hari kami lewat, telah dipasang rambu–rambu dan sudah lolos uji kelayakan, serta penambahan road safety seperti penghijauan di tebing-tebing.

Jembatan Kelok Sembilan adalah jembatan yang menghubungkan Payakumbuh, Sumatera Barat, dengan Pekanbaru, Riau, tepatnya sepanjang lima kilometer. Dari Km 143 hingga Km 148 dari Padang.

Sebelum ini, Jalan Kelok Sembilan, yang pernah dipopulerkan lewat dendang “minang,” dengan judul yang sama, tidak dapat dilalui oleh truk gandeng ataupun trailer karena radius tikungannya yang kecil.
Jalan Kelok Sembilan memiliki lalu lintas rata-rata 7.900 kendaraan per hari.

Mengingat kondisi topografi yang tidak memungkinkan untuk dilebarkan lagi, maka penataan kembali atau dalam istilah teknik jalan raya dinamakan dengan “realignment,” Jalan Kelok Sembilan diubah struktur dan penataannya menjadi menjadi Jembatan Kelok Sembilan. Itu adalah pilihan yang paling tepat.

Keberadaan jembatan layang Kelok Sembilan merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Barat dan mendukung sektor transportasi. Jembatan tersebut juga merupakan feeder mulai dari Sibolga – Tebing Tinggi – Padang – Bukit Tinggi hingga Riau serta Bengkulu menuju Palembang.

Kementerian PU telah mengkaji bahwa Jembatan Kelok Sembilan ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata karena memiliki panorama yang indah di sekitar jembatan.

Komentar