Sajian Kopi “Tarik” Aceh “Populer” di AS

Penulis: Darmansyah

Jumat, 25 April 2014 | 08:59 WIB

Dibaca: 2 kali

Pengunjung yang datang ke pavalion Indonesia di Expo SCAA Seatlle, Amerika Serikat, Kamis, 24 April sedang menikmati penyajian kopi tarik dari Aceh. Di acara itu Indonesia juga mendatangkan petani kopi dari Gayo

=======

Kopi saring, atau kopi tarik, atau pun kopi seduh Aceh, memasuki babak baru sebagai salah satu pilihan minuman “coffee” di Amerika Serikat setelah diperkenalkan untuk menjadi menu utama di acara “Speciality Coffee Association of America,” Seattle.

Acara tahunan untuk penggemar kopi di Amerika Serikat itu, yang berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis hingga Minggu, 24 – 27 April 2014, memilih menu kopi seduh Aceh, sebagai pilihan favoritnya karena mencerminkan keunikan penyajian minuman tradisionil paling sensasionil.

Penyajian kopi ala seduh, khas Aceh ini, menurut situs penggemar kopi Amerika Serikat itu, mendapat kerumunan penggemar dan menempatkannya sebagai spesifikasi budaya yang menarik.

Salah seorang pengunjung di acara sangat prestise itu, Malcom Frazer, mengatakan, ada rasa yang unik dan “fresh” dalam rasa kopi seduh. “Saya sangat menikmati setiap hirupannya. Ada rasa yang campur aduk dan membuatnya nikmat,” kata Frazer seperti di kutip “nuga.co” dari situs asosiasi itu.

Tidak hanya menampilkan biji kopi, dalam kesempatan ini pavaliun Indonesia juga mengadakan acara cupping session untuk menguji cita rasa, aroma, dan spesifikasi kopi Indonesia.

Acara tahunan yang mendapat kunjungan ramai pengunjung kopi dari berbagai komunitas di Seattle itu juga memperkenalkan berbagai penyajian kopi dari berbagai belahan dunia. Ada kopi Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Asia.

Indonesia memperkenalkan dua puluh sembilan jenis specialty coffee yang di bawa ke acara tahunan paling bergensi di Amerika Serikat itu. Beragam jenis kopi tersebut dipamerkan sebagai promosi bisnis dan budaya di Seattle, Amerika Serikat.

Penyajian kopi seduh Aceh merupakan pelengkap dari pertunjukkan cara penyajian tradisional kopi seduh. Indonesia juga memperkenalkan kopi “kahwa” dari Sumatera Barat.

Dalam acara tersebut, beberapa jenis specialty coffee dari enam daerah di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Flores, Bali, Sulawesi, dan Papua disiapkan untuk dibagikan kepada para pengunjung yang hadir.

Selain memperkenal penyajian kopi seduh Aceh atau kopi tarik, paviliun Indonesia juga mendatangkan para petani kopi Arabica dari Gayo, Aceh r dalam pameran ini agar dapat menjelaskan secara langsung proses produksi kopi mereka kepada para pengunjung atau buyers yang hadir.

Jika berhasil meningkat, perdagangan specialty coffee ini pada akhirnya akan menguntungkan para petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Tidak disebutkan nama-nama penyeduh kopi tarik dan petani kopi Gayo yang didatangkan ke Amerika Serikat itu.

Komunitas kopi di Amerika Serikat merupakan potensi besar pasar kopi internasional. Menurut data dari Atase Perdagangan Amerika Serikat, jumlah uang yang dibelanjakan untuk specialty coffee di AS setiap tahunnya mencapai US$ 18 miliar.

“Peminum kopi di AS jumlahnya mencapai 100 juta orang setiap harinya. Ini menunjukkan pasar untuk komoditas kopi di AS cukup besar dan potensial,” jelas Ni Made Ayu Marthini, Atase Perdagangan di Washington, melalui surat elektroniknya, Kamis 24 April 2014.

Specialty coffee merupakan kopi jenis premium. Menurut SCAA, kopi dikategorikan specialty jika nilainya mencapai 80 poin atau lebih dalam skala nilai maksimum 100 poin.

Kopi jenis ini tumbuh di lingkungan dengan iklim yang ideal. Rasa dan aroma yang khas dari jenis kopi ini dihasilkan dari karakteristik khusus dan komposisi tanah tempat kopi ini tumbuh.

Menurut Made Marthini, perdagangan jenis kopi premium ini mengalami pertumbuhan yang paling pesat di AS, yaitu 1-20 persen dalam 25 tahun terakhir.

Pada tahun 2013, impor kopi AS dari Indonesia mencapai US$ 290 juta atau 5,45 persen dari impor kopi AS dari seluruh dunia. Pasar AS saat ini masih didominasi oleh kopi asal Brasil dengan pangsa pasar sebesar 20,31 persen dan Kolombia dengan pangsa pasar sebesar 17,47 persen.

Specialty Coffee Association of America merupakan asosiasi specialty coffee terbesar di Amerika Serikat dan bahkan di dunia dengan hampir 3 ribu anggota perusahaan.

SCAA didirikan pertama kali pada tahun 1982 oleh sekelompok ahli kopi yang mencari wadah yang sama untuk mendiskusikan permasalahan dan penetapan standar kualitas bagi perdagangan komoditas specialty coffee.

Para anggota SCAA pantas dianggap sebagai pendorong pertumbuhan industri specialty coffee pada 25 tahun belakangan ini. Setiap tahunnya, SCAA mengadakan pameran yang dilakukan secara bergilir di East Coast dan West Coast.

Komentar