Ketika Gunung Tran Mencumbu Gowes

Penulis: Darmansyah

Kamis, 5 September 2013 | 15:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Bukan main Gunung Tran. Roda-roda sepeda milik rombongan Jelajah Sepeda Kompas-PGN dicumbunya. Aspal “beton jalanan sepanjang hampir 40 kilometer itu memberikan hiburan “rolling” yang teramat melelahkan.
Itulah kisah yang tersisa dari perjalanan di etape empat Jelajah Sepeda Sabang-Padang sejauh 130 kilometer ke Blang Pidie, Aceh Barat Daya.

Mereka telah melakukan pemanasan bersama-sama dan mengecek ‘kesehatan’ sepedanya. Sekitar 45 pesepeda kemudian melintasi Kota Meulaboh. Selepas daerah perkotaan dan telah menempuh sekitar 30 kilometer, pesepeda melintasi kawasan perkebunan sawit di daerah Nagan Raya.

Mereka akhirnya menemukan kontur jalan yang naik turun atau yang popular di sebut rolling oleh para penggemar sepeda.

Peserta Jelajah Sepeda bersama Kompas dan PGN ini terlihat menikmati saat menjajal kontur rolling, meskipun cukup menguras tenaga. Aspal yang dilalui pun mulus. Saat itu mereka berada di ketinggian mencapai 48 meter.

“Rolling tadi seru. Jalurnya jadi enggak ngebosenin,” ujar Wisnu, peserta dari Jakarta.

Begitu pula dengan salah satu peserta wanita, Diana Astati. “Top banget dan enggak akan pernah bosen,” katanya.

Jalur dengan kontur rolling cukup panjang dilalui. Lebih dari sepuluh kali rolling mereka lewati. Cuaca saat itu pun cukup panas. Hujan mulai turun setelah peserta menempuh jarak sekitar 90 kilometer.

Kontur seperti ini terus memacu semangat bersepeda para peserta yang dipimpin road captain Marta Mufreni itu. “Enak banyak rolling-nya. Memacu semangat dan melatih ketahanan tubuh. Waktu turun kemudian pas nanjak tambah speed, jadi memacu jantung,” kata Fathin Afif dari Padang Mountain Bike.

Kontur rolling juga mereka temui saat etape pertama di Sabang. Jalur turunan sangat terjal dan tanjakan yang tajam. Sebagian dari mereka menganggap jalur naik turun menuju Blangpidie tidak terlalu berat dibanding Sabang.

“Karena intronya dari Sabang, jadi relatif lebih lunak yang kemarin, lebih soft. Rolling yang ini seru,” kata Grady dari Jakarta. Menurutnya, untuk menghemat tenaga saat melewati tanjakan , pesepeda harus mengatur momen gowes saat turunan.

Komentar