“Gayo Coffee” Jadi Daya Tarik di Seatlle

Penulis: Darmansyah

Senin, 28 April 2014 | 16:04 WIB

Dibaca: 1 kali

“Gayo Mountain Coffee” menjadi daya tarik di acara “Speciality Coffee Association of America,” Seattle, Amerika Serikat, lewat Pavalion Indonesia, karena aroma “Arabica” yang sangat khas dan prosesnya yang unik.

Hari ini, Senin, 28 April 2014, waktu Amerika Serikat, merupakan hari terakhir ekspo penggemar kopi Negara Paman Sam dengan label SCAA. Pameran kopi ini menemukan antara produsen dan konsumen kopi dunia untuk saling tukar informasi mengenai proses produk hingga penyajian.

Selama “Expo” dari tanggal 24 – 28 April, puluhan ribu warga dunia dan Amerika Serikat datang ke pameran ini untuk menyaksikan proses dan penyajian kopi dari berbagai belahan dunia.

Indonesia memperkenalkan produk kopi dari berbagai daerah dan hanya menyediakan dua macam penyeduhan kopi dalam penyajian. “Kopi tarik” asal Aceh dan kopi kahwa dari Sumatera barat.

Pavalion Indonesia, untuk kali ini, member prioritas kepada produk kopi Gaya dan seduhan “Kopi Tarik” untuk dicicipi warga dunia.

Khusus untuk produk kopi Gayo, pihak Pavalion Indonesia menyertakan petani dari dataran tinggi Gayo dalam pameran yang mendapat perhatian luas ini. Para petani mempertontonkan bagaimana proses kopi Gayo di lakukan.

Juga dipertontonkan bagaimana “kopi tarik” diseduh, penggemar kopi di Seatlle dapat melihat sekaligus mencicipinya.

Menurut surat elektronik yang dikirim Ni Made Ayu Marthini, Atase Perdagangan di Washington, melalui surat elektroniknya, Senin pagi, 28 April 2014, kmepada “nuga.co,” jumlah pengunjung yang mendatangi Pavalion Indonesia, khususnya menyaksikan proses penyajian seduhan “kopi tarik” Aceh dan produk kopi Gayo cukup tinggi.

Mereka antusias. Mencicipi seduhan “kopi tarik” Aceh sembari mengomentari sebagai “sensational.” Mereka mengatakan ada tekstur yang berbeda dari “kopi tarik” dibanding dengan seduhan kopi lain.

Bahkan, menurut Ni Made Ayu, ada beberapa pengunjung yang meminta cara teknik penyeduhannya. “Ada juga yang membawa pulang gelas kopi dengan mengatakan sangat spesifik.

Dikatakan oleh Ni Made Ayu, Atase Perdagangan Kedubes Indonesia di Washington, produk “gayo Mountain Coffee dan “kopi tarik,” menjadi pusat perhatian mereka ketika berkunjung ke Pavalion Indonesia.

Kopi saring, atau kopi tarik, atau pun kopi seduh Aceh, menurut Marthini telak babak baru sebagai salah satu pilihan minuman “coffee” di Amerika Serikat setelah diperkenalkan untuk menjadi menu utama di acara “Speciality Coffee Association of America,” Seattle.

Menurut Made, acara tahunan untuk penggemar kopi di Amerika Serikat itu, yang berlangsung selama tiga hari, memilih menu kopi seduh Aceh, sebagai pilihan favoritnya karena mencerminkan keunikan penyajian minuman tradisionil paling sensasionil.

Penyajian kopi ala seduh, khas Aceh ini, menurut situs penggemar kopi Amerika Serikat itu, mendapat kerumunan penggemar dan menempatkannya sebagai spesifikasi budaya yang menarik.

Salah seorang pengunjung di acara sangat prestise itu, Malcom Frazer, mengatakan, ada rasa yang unik dan “fresh” dalam rasa kopi seduh. “Saya sangat menikmati setiap hirupannya. Ada rasa yang campur aduk dan membuatnya nikmat,” kata Frazer seperti di kutip “nuga.co” dari situs asosiasi itu.

Tidak hanya menampilkan biji kopi, dalam kesempatan ini pavaliun Indonesia juga mengadakan acara cupping session untuk menguji cita rasa, aroma, dan spesifikasi kopi Indonesia.

Acara tahunan yang mendapat kunjungan ramai pengunjung kopi dari berbagai komunitas di Seattle itu juga memperkenalkan berbagai penyajian kopi dari berbagai belahan dunia. Ada kopi Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Asia.

Indonesia memperkenalkan dua puluh sembilan jenis specialty coffee yang di bawa ke acara tahunan paling bergensi di Amerika Serikat itu. Beragam jenis kopi tersebut dipamerkan sebagai promosi bisnis dan budaya di Seattle, Amerika Serikat.

Penyajian kopi seduh Aceh merupakan pelengkap dari pertunjukkan cara penyajian tradisional kopi seduh. Indonesia juga memperkenalkan kopi “kahwa” dari Sumatera Barat.

Dalam acara tersebut, beberapa jenis specialty coffee dari enam daerah di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Flores, Bali, Sulawesi, dan Papua disiapkan untuk dibagikan kepada para pengunjung yang hadir.

Selain memperkenal penyajian kopi seduh Aceh atau kopi tarik, paviliun Indonesia juga mendatangkan para petani kopi Arabica dari Gayo, Aceh dalam pameran ini agar dapat menjelaskan secara langsung proses produksi kopi mereka kepada para pengunjung atau buyers yang hadir.

Jika berhasil meningkat, perdagangan specialty coffee ini pada akhirnya akan menguntungkan para petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Tidak disebutkan nama-nama penyeduh kopi tarik dan petani kopi Gayo yang didatangkan ke Amerika Serikat itu.

Komunitas kopi di Amerika Serikat merupakan potensi besar pasar kopi internasional. Menurut data dari Atase Perdagangan Amerika Serikat, jumlah uang yang dibelanjakan untuk specialty coffee di AS setiap tahunnya mencapai US$ 18 miliar.

“Peminum kopi di AS jumlahnya mencapai 100 juta orang setiap harinya. Ini menunjukkan pasar untuk komoditas kopi di AS cukup besar dan potensial,” jelas Ni Made Ayu Marthini, Atase Perdagangan di Washington, melalui surat elektroniknya.

Specialty coffee merupakan kopi jenis premium. Menurut SCAA, kopi dikategorikan specialty jika nilainya mencapai 80 poin atau lebih dalam skala nilai maksimum 100 poin.
Kopi jenis ini tumbuh di lingkungan dengan iklim yang ideal. Rasa dan aroma yang khas dari jenis kopi ini dihasilkan dari karakteristik khusus dan komposisi tanah tempat kopi ini tumbuh.

Komentar