Ya, “Om Pasikom” Memang Telah “Pergi”

Penulis: Darmansyah

Senin, 2 Juli 2018 | 08:47 WIB

Dibaca: 1 kali

Kartunis Indonesia Gerardus Mayela Sudarta  atau lebih dikenal dengan GM Sudarta telah  “pergi.”

Ia “pergi” di pagi Sabtu, 30 Juni lalu

GM Sudarta meninggal dalam usia tujuh puluh dua tahun.

Dan rencananya setelah dikremasi, abu jenazah karikatur Kompas tersebut akan disimpan di sebuah museum di Yogyakarta.

Hal itu diungkap putri sulung Sudarta, Kinara. Seperti dikutip dari Antara, Kinara mengatakan penyimpanan abu di museum adalah atas permintaan almarhum sendiri.

“Romo (bapak-red) sempat sampaikan minta abunya disimpan di Museum Sapto Hoedojo, karena banyak teman-temannya di situ,” kata Kinara di rumah duka Sinar Kasih, Kota Bogor.

GM Sudarta menghembuskan nafas terakhir di kediamannya, Megamendung, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Kinara menyebutkan, jenazah almarhum akan dikremasi, hai ini, Senin, 02 Juli

Sebelum dikremasikan, akan dilaksanakan ibadah Sabda, , sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum.

Menurut Kinara, abu jenazah rencana akan dibawa ke Yogyakarta pada Selasa atau sehari setelah kremasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak museum untuk menyiapkan tempat penyimpanan abu Romo,” kata Kinara.

Salah satu karya yang identik dengan GM Sudarta sepanjang hidupnya adalah karikatur Oom Pasikom yang mengisi surat kabar Kompas sejak 1967 silam.

Gambar karikaturnya bukanlah gambar seni biasa, melainkan karikatur penuh kritik terhadap pemerintah serta isu dari dalam maupun luar negeri.

Sosok oom pasikom sendiri digambarkan sebagai seorang pria bertubuh sedikit gempal dengan hidung bulat. Dia memakai jas rapi bertambal dan juga bertopi golf kotak-kotak.

Sosok oom pasikom ini pun menjadi sangat lekat dengan citra GM Sudarta.

Saking populernya Oom Pasikom karya GM Sudarta, sutradara Chaerul Umam pun menyutradarai film berjudul Oom Pasikom-

GM Sudarta adalah pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah  dan ia mengenyam pendidikan senirupa dari Akademi Seni Rupa Indonesia  Yogyakarta.

Selang dua tahun, ia mulai mengisi kolom karikatur di harian Kompas edisi Minggu.

Nama GM Sudarta dikenal karena kiprahnya di dunia seni rupa, khususnya saat tokoh karikaturnya yang diberi nama Oom Pasikom muncul di harian Kompas

Gambar karikaturnya bukanlah gambar seni biasa, melainkan karikatur penuh kritik terhadap pemerintah serta isu dari dalam maupun luar negeri.

Sosok oom pasikom sendiri digambarkan sebagai seorang pria bertubuh sedikit gempal dengan hidung bulat. Dia memakai jas rapi bertambal dan juga bertopi golf kotak-kotak.

Sosok oom pasikom ini pun menjadi sangat lekat dengan citra GM Sudarta.

Keahlian Sudarta telah diakui secara internasional.

Tak ayal, Sudarta banyak menerima penghargaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri seperti Hadiah Jurnalistik Adinegoro dan Trofi

Namun sebelum dikenal sebagai karikaturis Oom Pasikom, GM Sudarta sendiri ternyata juga pernah bekerja sama dengan Pramono untuk mendesain diorama Monumen Nasional.

Selain itu dia juga ikut dalam proses perancangan pembangunan Monumen Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Sang ‘Oom Pasikom’ yang mendedikasikan hidupnya untuk seni kartun ini memiliki beberapa masalah kesehatan.

Di delapan tahun lalu dia sempat menjalani operasi di tulang kering kaki kirinya dan harus dipasang platina akibat terjatuh di kamar mandi.

Sebelumnya, GM Sudarta juga divonis mengidap penyakit kronis Hepatitis C.

Penyakit ini diklaim menggerogoti tubuhnya saat dia menjadi dosen tamu di Universitas Seika, Jepang.

Penyakit ini membuat dia akhirnya memilih menetap di Yogyakarta. Ayah dari putri kembar ini pun berkonsentrasi pada kesehatannya sembari terus berkarya.

Berita duka ini juga diungkapkan oleh akun twitter Panji Koming, sebuah tokoh ciptaan kartunis Dwi Koendoro.

“Sang Hyang Widhi memanggil seorang sahabat. Selamat Jalan GM Sudarta, selamat menikmati kebahagiaan nan abadi. kita berjumpa lagi kelak,” tulis akun Panji Koming.

Akun Maman Suherman juga mencuitkan berita GM Sudarta meninggal dunia

Komentar