Nh Dini, Sastrawan Hebat Itu Telah “Pergi”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 5 Desember 2018 | 09:55 WIB

Dibaca: 1 kali

Nh Dini berpulang

Ya Nh Dini telah meninggal

Dan dunia sastra Indonesia kehilangan salah satu putri terbaiknya.

Sastrawan Nh Dini meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, Selasa, 04 Desember .

Humas RS Elizabeth Semarang, Probowatie Tjondronegoro, menyebut usai kecelakaan Nh Dini sempat ditangani tim medis dari RS Elisabeth.

Probowatie sendiri mengaku sempat ikut menunggui di Instalasi Gawat Darurat ketika Nh Dini dirawat.

“Sekitar pukul  tujuh belas, saya dapat kabar dari tim kesehatan Nh Dini meninggal dunia,” kata Probo.

Terkait kabar duka yang dialami Nh Dini, Probowati menjelaskan, dari keterangan keluarga korban, mobil Toyota Avanza

Ini fakta mengenai Nh Dini.

Nh Dini rajin menulis sejak duduk di kelas 3 Sekolah Dasar . Ia menulis karena mendapat honorarium. Selain untuk mencari uang, ia menulis untuk membahagiakan ibundanya.

Semasa hidupnya, perempuan bernama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin tersebut telah melahirkan sejumlah novel bermutu. Beberapa di antaranya Pada Sebuah Kapal, La Barka, Namaku Hiroko, Pertemuan Dua Hati,  dan Hati yang Damai.

Nh Dini meraih sejumlah penghargaan bergengsi. Pada 2017 ia menerima penghargaan prestasi seumur hidup (Lifetime Achivement Award) dari penyelenggara Ubud Writers and Readers Festival  di Bali.

Sebelumnya, ia sempat mendapat penghargaan Achmad Bakrie Award bidang sastra , dan SEA Write Award dari pemerintah Thailand .

Nh Dini terbilang sederhana. Meski buku-bukunya laku di pasaran, tapi ia tak punya rumah. Dini lebih memilih kos dan hingga akhir hayatnya ia tinggal di sebuah wisma di Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah.

Selain sederhana, Nh Dini dikenal sosok yang rendah hati. Meski namanya harum di dunia sastra Indonesia dan bahkan dunia, ia tak merasa suatu kehebatan dan tak merasa istimewa.

Kabar duka datang dari dunia sastra Indonesia, novelis Nh Dini meninggal dunia di Rumah Sakit Elisabeth, Kota Semarang,  setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.

Humas RS Elizabeth Semarang, Probowatie Tjondronegoro, menyebut usai kecelakaan Nh Dini sempat ditangani tim medis dari RS Elisabeth. Probowatie sendiri mengaku sempat ikut menunggui di Instalasi Gawat Darurat ketika NH Dini dirawat.

“Iya, Bu Nh Dini sempat saya tunggui. Saat saya datang, kondisinya masih menutup mata,” kata Probowatie.

Humas yang juga psikolog ini mengaku tak mengetahui bahwa saat ditunggui itu kondisi Nh Dini telah meninggal dunia.

Sebelum mendapat kabar meninggalnya Nh Dini, Probowati mengaku, tim medis hendak memeriksa menyeluruh tubuh Nh Dini.

“Katanya akan di MRI (Magnetic resonance imaging) atau pencitraan resonansi magnetik untuk dilakukan pemeriksaan untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh,” katanya.

Di mana, saat dilakukan MRI, diharapkan dapat memberikan gambaran struktur tubuh yang mengalami luka yang tidak bisa didapatkan pada tes lain, seperti rontgen, USG atau CT scan.

“Sekitar pukul 17.30, saya dapat kabar dari tim kesehatan bahwa Nh Dini meninggal dunia,” kata Probo.

Terkait kabar duka yang dialami Nh Dini, Probowati menjelaskan, dari keterangan keluarga korban, Nh Dini mengalami kecelakaan dengan truk

“Tempatnya saya belum tahu, tapi kata keluarga yang saya tanya, katanya karena mobilnya bertabrakan dengan truk,” katanya menirukan keterangan keluarga Nh Dini yang ikut ke RS Elizabeth.

Sebelum meninggal, ucap Probowati, Nh Dini tinggal di Banyumanik, yakni kawasan atas Kota Semarang, memang sering diantar pengemudi dengan mobil untuk mengontrolkan kesehatannya di RS Elizabeth.

“Bu NH Dini itu jika ada keluhan tidak jarang mampir ke ruang kerja saya,” kata Probo.

Nh Dini merupakan salah satu penulis dan sastrawan Indonesia yang mendunia bersama Pramoedya Ananta Toer, Mochtar Lubis, dan Ahmad Tohari.

Komentar