close
Nuga Tekno

Zuck: Saya Juga Korban Data Facebook

CEO Facebook Mark Zuckerberg secara mengejutkan mengungkapkan  di depan anggota Kongres Amerika Serikat bahwa ia adalah satu dari delapan puluh tujuh juta korban penyalahgunaan data yang dilakukan oleh konsultan politik Cambridge Analytica.

Namun ia menolak anggapan anggota kongres yang mengatakan pengguna Facebook tidak memiliki cukup kendali atas data mereka.

“Setiap kali seseorang memilih untuk berbagi sesuatu di Facebook, ada pengendalinya. Di sana. Tidak terkubur dalam setelan di lokasi lain, namun di akun tersebut,” kata pengusaha internet tersebut di depan Komisi Energi dan Perdagangan Kongres AS.

Ia menyatakan hal tersebut dalam kesempatan kedua dalam sesi pemanggilan Zuckerberg oleh Kongres AS, setelah skandal penyalahgunaan data pengguna Facebook terbongkar.

Pada Rabu WIB, Zuckerberg menghabiskan hampir lima jam bertatap muka dengan para senator, tanpa memberikan kepastian akan dukungan peraturan baru soal media sosial dan bisnisnya.

Usai sesi pertama tersebut, saham Facebook dikabarkan mengalami kenaikan terbesar dalam dua tahun terakhir, ditutup naik empat setengah  persen. Namun turun nol koma tujuh persen pada awal perdagangan Rabu.

Skandal penyalahgunaan data pengguna Facebook oleh konsultan politik Cambridge Analytica menggoncang raksasa jaringan media sosial tersebut selama sebulan terakhir.

Zuckerberg pun dicecar ‘habis’ oleh Kongres AS, salah satunya adalah cara Facebook membagikan data pengguna mereka.

Ini pun mendorong isu untuk membuat peraturan yang mampu mengendalikan Facebook dan media sosial.

“Bagaimana pengguna dapat mengendalikan data mereka ketika Facebook tidak memiliki kendali atas data tersebut?,” kata Frank Pallone, senator Demokrat dari New Jersey.

“Saya tidak ingin mendukung untuk ikut mengatur Facebook, tapi ya Tuhan, saya akan melakukannya,” kata John Kennedy, senator Republik kepada Zuckerberg. “Banyak yang bergantung kepada Anda,”

Zuckerberg juga menampik permintaan untuk mendukung peraturan khusus soal data di media sosial.

Peraturan itu memaksa perusahaan media sosial untuk mendapatkan izin pengguna sebelum berbagi soal data dan informasi pribadi.

Namun ditekan berkali-kali oleh senator, Zuckerberg mengatakan akan mempertimbangkan permintaan tersebut.

“Pada prinsipnya, saya pikir itu masuk akal, dan rinciannya amat penting, dan saya berharap tim saya dapat bekerja sama dengan Anda untuk menyempurnakannya.” kata Zuckerberg.

Zuck dicecar hampir lima jam di depan empat puluh empat anggota senat AS

Setiap senator mendapatkan waktu lima menit untuk melempar pertanyaan.

“Jelas, kami tidak cukup melakukan pencegahan hingga digunakan untuk hal berbahaya. Ini juga untuk berita palsu, campur tangan asing dalam pemilihan umum, dan ujaran kebencian, serta pengembang dan privasi data,” kata Zuckerberg dalam forum itu.

Dia juga meminta maaf karena tak melihat persoalan ini secara luas. “Ini adalah kesalahan besar. Saya meminta maaf.”

Salah satu pertanyaan paling keras dilempar oleh Senator John Kennedy yang menilai ketentuan perjanjian layanan Facebook sangat buruk.

Dia memperlihatkan setumpuk tebal ketentuan yang menurutnya sangat sulit dipahami bahkan oleh seorang pengacara.

“Perjanjian pengguna Anda sangat buruk. Ini bukan untuk menginformasikan pengguna Anda tentang hak mereka.”

“ Saya sarankan Anda kembali ke rumah dan menulisnya ulang,” kata Kennedy, seorang politikus Partai Republik yang mewakili Louisiana, seperti dilansir CNN.

Zuckerberg sempat gagap menjawab beberapa pertanyaan dari senator lainnya, termasuk pertanyaan mengenai bagaimana staf Facebook memutuskan untuk tidak memberi tahu pengguna tentang Cambridge Analytica ketika pertama kali mengetahuinya pada dua tahun lalu.

Selama sesi itu, Zuck juga menceritakan mengenai cikal bakal Facebook yang dimulai dari sebuah kamar asrama di Harvard University saat usianya masih sembilan belas tahun.

“Sangat tidak mungkin memulai sebuah perusahaan di kamar asrama Anda dan menumbuhkannya sampai ke skala saat ini tanpa membuat kesalahan. Saya akan mengatakan, kami akan melalui perubahan filosofis yang lebih luas,” jawab Zuck.

Di sisi lain, Zuck juga dinilai gagal menjawab beberapa pertanyaan penting senat. Hal ini membuat sejumlah anggota parlemen tak merasa puas.

“Kegagalan Mark Zuckerberg untuk menjawab beberapa pertanyaan penting selama kehadirannya di depan Senat hari ini membuat saya khawatir tentang seberapa baik nilai-nilai Facebook untuk kepercayaan dan transparansi,” tulis Senator Demokrat, Kamala Harris, di Twitter.

Tags : slide