YouTube Umumkan Siap “Perangi” Hoax

Penulis: Darmansyah

Kamis, 15 Maret 2018 | 15:26 WIB

Dibaca: 0 kali

YouTube secara terbuka mengatakan akan memerangi “hoax” secara cepat dan intens.

Selama ini banyaknya tudingan bahwa YouTube secara tidak langsung membantu menyebar hoax, membuat platform ini bereaksi untuk menyingkirkan informasi miring di dalamnya.

YouTube menggandeng Wikipedia untuk memerangi video-video berbau teori konspirasi yang diunggah ke dalam platform tersebut.

Nantinya, ensiklopedia online itu akan menyediakan info tambahan pada video terkait agar user tidak terbawa dalam arus informasi yang salah.

Dalam tahap awal fitur ini, YouTube akan fokus pada teori konspirasi yang sudah tersebar cukup luas dan memancing perdebatan di dalam platform tersebut.

Salah satu incarannya adalah video yang menampilkan pendaratan NASA ke Bulan merupakan kebohongan belaka.

Fitur yang akan hadir dalam beberapa bulan ke depan ini merupakan salah satu YouTube dalam memerangi konten bersifat hoax.

Terlebih, video tersebut dapat memperoleh jutaan views serta memunculkan hal yang kurang mengenakkan bagi pihak terdampak.

“Kami selalu mencari cara-cara baru dalam melawan informasi yang tidak akurat di dalam YouTube. Masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus dilakukan, tapi kami terus menunjukkan kemajuan,” ujar juru bicara YouTube.

Seperti dikutip dari  The Guardian, hari ini,  Kamis, 15 Maret), salah satu upaya YouTube yang telah dijalankan, terkait dengan melawan kesalahan informasi adalah mengubah algoritma pencariannya untuk mendorong sumber-sumber terpercaya tampil di halaman muka.

Menariknya, baru-baru ini sebuah akun Twitter atas nama @Limerick1914 membagikan screenshot yang menampilkan perbandingan pencarian antara YouTube dan Google.

Unggahannya ini menunjukkan bahwa YouTube menampilkan hasil pencarian yang lebih ‘provokatif’ dibandingkan induk perusahaannya itu.

Kita mencoba pun mencoba memasukkan kata kunci “vaccine” untuk dicari di kedua platform tersebut menggunakan mode incognito dalam menghindari riwayat pencarian sebelumnya.

Hasilnya, YouTube memang memunculkan sugesti yang cenderung lebih provokatif dibanding Google.

Meski begitu, tidak semua kata-kata yang berpotensi mengandung hoax saat dimasukan ke bagian pencarian YouTube dan Google memunculkan hasil-hasil yang provokatif.

YouTube memang tengah menghadapi kritikan terhadap hadirnya konten-konten hoax maupun rujukan video berisi teori konspirasi.

Sejumlah kejadian seperti penembakan di Douglas High School in Florida bulan lalu telah menjadi sasaran pembelokan fakta oleh user tak bertanggung jawab.

Komentar