YouTube Memberi Info Internet Lelet

Penulis: Darmansyah

Selasa, 8 Juli 2014 | 09:59 WIB

Dibaca: 0 kali

YouTube, layanan berbagi video kini memberi informasi koneksi internet dari berbagai operator telekomunikasi baik yang “kencang” maupun yang “lelet,” seperti di Indonesia.

Informasi yang diberikan YouTube ini akan menjadi acuan bagi Anda untuk membuat koneksi internet dapat memutar video dengan lancar.

Jika koneksi internet buruk, kini YouTube akan menampilkan pesan pop-up dalam kotak warna biru muda yang berbunyi: “Experiencing interruptions? Find out why” atau Mengalami gangguan? Cari tahu mengapa.

Ketika pengguna mengklik tombol “Find out why,” ia akan dibawa pada halaman berjudul Video Quality Report yang menginformasikan tentang kecepatan internet hingga nama operator telekomunikasi yang digunakan.

Nah, kecepatan internet tersebut akan dibandingkan dengan kebutuhan untuk memutar video definisi tinggi atau istilahnya HD Verified untuk resolusi minimum,

Jika sudah mengetahui koneksinya sedang tidak baik, pengguna diharapkan dapat memilih resolusi video yang sesuai dengan kecepatan internetnya.

“Ingatlah bahwa peringkat ini fokus pada semua pengguna di jaringan milik penyedia jasa internet di suatu wilayah, bukan koneksi Anda sendiri,” tulis YouTube dalam pengumuman resmi.

Langkah ini diambil Google selaku pengelola YouTube, karena mereka tidak mau disalahkan jika video tidak berjaan dengan mulus. Padahal, kendala tersebut berasal dari koneksi internet yang lambat.

Sementara itu, CEO Yahoo Marissa Mayer telah mengumumkan pula bagaimana seharusnya menantang dominasi Google dalam layanan situs berbagi video dengan menyiapkan “kejutan” untuk YouTube.

Wanita berparas cantik ini dikabarkan bakal meluncurkan situs tandingan YouTube dengan menawarkan model bisnis yang lebih menguntungkan.

Dikutip dari Recode, layanan video tersebut diharapkan Yahoo bisa diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan. Beberapa rencana telah disiapkan oleh Yahoo, seperti menggaet bintang-bintang YouTube dan membuat jaringan.

Yahoo menarik calon kreator video untuk mengisi kontennya dengan menjanjikan bahwa video-video mereka akan menghasilkan uang lebih banyak dibanding jika dipasang di YouTube. Selama ini kreator dan pemilik video memang mengeluhkan hal tersebut.

Selain membidik calon-calon kreator video, Yahoo, juga dikabarkan The Wall Street Journal, mempersiapkan dana sekitar 300 juta dollar AS untuk meminang perusahaan penyedia layanan video online, NDN.

NDN adalah layanan sindikasi video yang menyuplai web-web berita dengan klip tentang berita, olahraga, politik, dan banyak topik lainnya. Dengan NDN, Yahoo bisa memperluas layanan videonya ke ribuan situs yang berpotensi menghasilkan pendapatan bagi Yahoo.

Saat ini, NDN menjadi situs penyedia layanan video online terbesar keempat dengan memiliki 573 juta penonton. Sementara, Yahoo berada di posisi kelima dengan 384 juta penonton.

Namun, pihak NDN membantah dengan mengeluarkan pernyataan, “Kami sedang tidak dalam proses pembicaraan tentang akuisisi oleh Yahoo saat ini,” ujar Juru Bicara NDN, Kyle Olivieri.

Pembicaraan soal akuisisi NDN tersebut sudah pernah terjadi pada 2012, sebelum Yahoo dipimpin oleh Mayer. Strategi video online memang menjadi salah satu andalan Mayer agar lebih banyak pengguna yang menghabiskan waktu di website Yahoo, melihat iklan yang ditampilkan.

Komentar