close
Nuga Tekno

YouTube Mampu “Buang” Video Ekstrem

YouTube meningkatkan upaya untuk memerangi konten ekstrimis di platform miliknya, termasuk dengan pencarian otomatis berteknologi machine learning.

Dan, seperti media sosial lain, YouTube menyadari aplikasi mereka  juga dimanfaatkan ekstrimis dan teroris untuk menyebar konten propaganda.

Pengelola layanan berbagi video itu pun berinisiatif mempercepat proses pendeteksian video berkonten ekstrimisme dan terorisme dengan machine learning.

Teknologi ini membuat YouTube mampu mengendus keberadaan video ekstrimis, bahkan sebelum video yang bersangkutan terdeteksi oleh pengguna manusia.

“Lebih dari tujuh puluh lima persen video yang dihapus karena mengandung ekstrimisme dan kekerasan bulan lalu berhasil dideteksi sebelum ada pengguna yang menanda video bersangkutan,” sebut YouTube dalam blog resminya.

Selain lebih cepat dan efisien, YouTube mengatakan teknologi machine learning lebih akurat dibanding manusia dalam mencari video dengan ciri-ciri yang melanggar ketentuan.

Meski begitu, seperti ditulis laman situs “fFortune,” hari ini, Kamis, 03 Agutus, tim reviewer yang beranggotakan manusia sungguhan tetap dipekerjakan untuk ikut menyisir konten.

Video yang nyata-nyata melanggar ketentuan YouTube akan dihapus.

Ada juga video lainnya yang tidak melanggar, tetapi mendapat flag karena mengandung konten seperti hate speech, misalnya yang bersifat memancing kontroversi agama dan supremacist.

Dalam kasus ini video tidak akan dihapus, tapi “disembunyikan” dan dikenakan sejumlah pembatasan

Video, misalnya akan dibuat tidak bisa menayangkan iklan dan tidak akan masuk daftar rekomendasi. Fitur-fitur seperti komentar dan like pun bakal dicabut.

Pembatasan video dengan limited state rencananya akan mulai digulirkan ke YouTube desktop dalam “beberapa minggu ke depan”.

Pendekatan baru ini membutuhkan tool internal dan proses yang signifikan.

Butuh waktu sebelum bisa diimplementasikan sepenuhnya,” ujar YouTube.

Selain itu  YouTube juga merencanakan untuk membuang fitur-fitur yang jarang dipakai.

Lantaran jarang dipakai itulah, Google berencana untuk membuang fitur Video Editor YouTube bersama dengan fitur Photo Slideshow yang keberadaannya juga relatif tak diketahui pengguna.

Kedua fitur rencananya akan dihilangkan mulai 20 September mendatang.

Sebuah imbauan ditampilkan di laman Video Editor  dan Photo Slideshow agar pengguna kedua fitur menyelesaikan proyek-proyeknya sebelum tanggal dimaksud.

“Anda punya waktu dua bulan untuk memfinalisasi proyek video sebelum kami mematikan kedua fitur.”

“ Setelah itu Anda tidak akan bisa mengakses proyek-proyek di Video Editor, tapi video-video yang sudah dipublikasikan dengan Video Editor tak akan terdampak,” sebut YouTube dalam sebuah posting pengumuman.

Seperti ditul;is  Cnet, beberapa waktu lalu, pengguna juga bisa memilih untuk mengunduh video yang telah diedit dan diunggah dalam Mp4

Dibanding editor video pihak ketiga  yang berjalan di komputer, Video Editor YouTube terbilang lamban dan tidak praktis karena materi video perlu diunggah ke YouTube terlebih dahulu.

Hasil akhirnya pun harus diunduh lagi ke komputer.

Google sendiri pun di akhir pengumumannya menyarankan agar pengguna melakukan editing video dengan aplikasi pihak ketiga yang banyak tersedia secara gratis ataupun berbayar.

Meski Video Editor dan Photo Slideshow akan dihapus, fitur Enhancements di yang terdapat Video Manager bakal tetap tersedia.

Pengguna masih bisa memakainya untuk melakukan trimming, menambah subtitle, cards, aneka filter, dan lain-lain.